Pamit dengan Medali Perunggu: Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Didier Deschamps akan memimpin Prancis untuk terakhir kalinya dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Sabtu di Miami.
- Kekalahan dari Spanyol di semifinal memperpanjang rekor buruk Prancis di tangan La Roja pada tiga turnamen besar beruntun.
- Para pemain Prancis bertekad mempersembahkan medali perunggu sebagai hadiah perpisahan bagi Deschamps yang telah membawa mereka ke puncak dunia.

Miami, 17 Juli 2026 โ Didier Deschamps akan mengakhiri era kepelatihannya di Timnas Prancis dengan sebuah laga yang tidak diinginkan siapa pun: perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Sabtu (18/7) di Stadion Miami. Meski disebut sebagai 'medali cokelat' oleh para pemain, pertandingan ini tetap menjadi kewajiban moral bagi Les Bleus untuk memberikan penghormatan terakhir kepada arsitek di balik gelar juara dunia 2018.
Prancis, yang tampil sebagai salah satu favorit juara, harus mengubur mimpi tampil di final ketiga beruntun setelah ditundukkan Spanyol 2-1 di semifinal. Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Prancis dari Spanyol di babak semifinal turnamen besar, setelah Euro 2024 dan Nations League. Sementara itu, Inggris sendiri gagal melaju ke final setelah dihentikan Argentina melalui comeback dramatis Lionel Messi di menit akhir.
โSaya punya tugas untuk pertandingan ini,โ ujar Deschamps dalam konferensi pers di Miami, Jumat (17/7). โIni bukan laga persahabatan. Ini perebutan tempat ketiga. Pemain, staf, dan saya memiliki kewajiban untuk mencapai target terakhir ini. Inggris juga tidak ingin memainkan laga ini, sama seperti kami. Tapi inilah kenyataannya.โ
Deschamps mengakui bahwa dirinya dan para pemain masih mencerna kekalahan pahit dari Spanyol. Ia mengisyaratkan akan melakukan sejumlah perubahan susunan pemain, mengingat beberapa pemain mengalami cedera atau tidak tersedia. Namun, ia enggan memastikan apakah kapten sekaligus top skor tim, Kylian Mbappe, akan diturunkan sejak awal. โDia tersedia, itu yang bisa saya katakan,โ ucap Deschamps singkat.
Bek tengah Ibrahima Konate menyebut kekalahan semifinal sebagai โpil pahitโ yang sulit ditelan. Meski demikian, semangat untuk memberikan kado perpisahan bagi Deschamps menjadi motivasi tambahan. โTak satu pun dari kami ingin bermain untuk posisi ketiga, tapi kami tidak punya pilihan,โ kata Konate. โKami ingin membalas budi pelatih. Dia telah berbuat begitu banyak untuk tim Prancis. Kami harus bersyukur dan melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan iniโmendapatkan medali cokelat, medali perunggu ini.โ
Bagi Indonesia, laga ini menjadi pengingat bahwa sepak bola level tertinggi tidak hanya soal kejayaan, tetapi juga soal martabat dan profesionalisme dalam menghadapi kekecewaan. Timnas Indonesia, yang tengah membangun fondasi menuju Piala Dunia 2034, bisa belajar dari sikap Prancis yang tetap menghormati turnamen meski target utama gagal tercapai. Regenerasi pelatih dan pemain, seperti yang dialami Prancis pasca-Deschamps, adalah keniscayaan yang harus diantisipasi dengan perencanaan matang.
Pertandingan perebutan tempat ketiga kerap dianggap sebagai laga tanpa gengsi. Namun, bagi Prancis, laga ini menjadi simbol transisi: akhir dari era Deschamps dan awal dari babak baru tanpa sosok yang telah membawa mereka ke puncak dunia. Akankah Les Bleus mampu menutup kisah indah ini dengan medali perunggu, atau justru menambah luka di hari perpisahan?



