Carolyn Murphy: Tabir Surya Investasi Kecantikan Termahal yang Terlambat Disadari
Baca dalam 60 detik
- Supermodel 53 tahun itu mengaku telah mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari yang sebenarnya bisa dicegah.
- Ia kini menekankan pentingnya perlindungan UV sejak dini, sebuah pelajaran yang juga relevan bagi iklim tropis Indonesia.
- Di usia senja, Carolyn juga belajar bahwa kecantikan sejati berakar dari kebaikan pada diri sendiri, bukan sekadar perawatan kulit.

Di usia 53 tahun, supermodel Carolyn Murphy menyesali satu hal dalam perjalanan panjangnya menjaga penampilan: ia terlalu lalai memakai tabir surya di masa muda. Kini, ia harus merogoh kocek cukup dalam untuk memperbaiki kerusakan kulit yang sebenarnya bisa dicegah. Pelajaran ini ia sampaikan dengan tegas, terutama kepada generasi muda yang kerap mengabaikan perlindungan dari sinar ultraviolet.
Dalam wawancara dengan Harper's Bazaar, perempuan yang sempat menjalin hubungan dengan aktor Will Arnett ini mengaku frustrasi dengan biaya yang telah ia keluarkan untuk prosedur koreksi akibat paparan sinar matahari. "Uang yang saya habiskan untuk memperbaiki kerusakan akibat sinar matahari itu sangat menyebalkan," ujarnya. Baginya, dari sekian banyak nasihat bijak yang bisa ia wariskan, pesan paling sederhana justru paling penting: selalu pakai tabir surya.
Menariknya, nasihat itu tidak berjalan satu arah. Putri semata wayangnya, Dylan Blue Schroeder (25), justru kerap mengingatkan sang ibu untuk minum air putih hingga satu galon per hari dan tidak melewatkan satu pun langkah dalam rutinitas perawatan kulit. "Putri saya mengingatkan saya setiap hari untuk bermain dan minum banyak air," kata Carolyn. "Dia juga memastikan saya melakukan setiap langkah skincare karena lapisan-lapisan itu membantu menjaga skin barrier."
Bagi Carolyn, kecantikan sejati tidak pernah berubah definisinya. Sejak awal kariernya di dunia modeling, ia percaya bahwa kecantikan berasal dari dalam. Namun, pemahaman itu kini terasa lebih dalam. "Ini tentang kebaikan, bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri," jelasnya. "Self-care, self-love, self-worth, dan belajar memberi ruang untuk berdamai dengan diri sendiri."
Memasuki usia 53 tahun, Carolyn merasa lebih mudah menertawakan dirinya sendiri dan tidak lagi menanggapi segala hal terlalu serius. Ia mengaku terkejut bahwa bertambahnya usia ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. "'Dengan usia datang kebijaksanaan' itu bukan klise," katanya. "Kamu benar-benar mulai memahami dirimu secara berbeda."
Kisah Carolyn Murphy menjadi pengingat penting, terutama bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di negara tropis dengan paparan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Kesadaran akan pentingnya tabir surya di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara Barat. Banyak yang menganggap kulit gelap sebagai tanda kesehatan, sehingga mengabaikan risiko jangka panjang seperti penuaan dini dan kanker kulit. Padahal, investasi pada tabir surya sejak dini jauh lebih murah dibandingkan biaya perawatan kulit di kemudian hari.
Pakar dermatologi di Indonesia sering mengingatkan bahwa sinar UVA dan UVB tetap berbahaya meski cuaca mendung. Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan pengulangan setiap dua jam sangat disarankan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Tren skincare yang berkembang pesat di Indonesia juga harus diimbangi dengan edukasi yang benar, bukan sekadar mengikuti produk viral.
Di sisi lain, pesan Carolyn tentang kecantikan dari dalam relevan dengan tekanan sosial yang kerap dialami perempuan Indonesia. Standar kecantikan yang sempit sering membuat banyak orang merasa tidak cukup baik. Padahal, seperti yang diungkapkan Carolyn, kebaikan pada diri sendiri adalah fondasi kecantikan yang sesungguhnya. Di tengah maraknya filter dan operasi plastik, pesan ini menjadi penyeimbang yang menyegarkan.
Ke depannya, apakah industri kecantikan akan semakin menekankan pencegahan dibandingkan koreksi? Atau justru semakin banyak orang yang menyadari bahwa kecantikan sejati tidak bisa dibeli dengan produk mahal? Kisah Carolyn Murphy membuka ruang refleksi bagi kita semua, terutama generasi muda yang sedang membangun kebiasaan perawatan kulit.



