Pesta 2 Juta Warga Madrid: Tim Piala Dunia Spanyol Disambut Bak Pahlawan
Baca dalam 60 detik
- Spanyol menggelar pesta rakyat di Madrid dengan 1,8 juta penggemar menyambut skuad juara Piala Dunia 2026.
- Keberhasilan ini menjadikan Spanyol negara pertama yang memegang gelar Piala Dunia putra dan putri secara bersamaan.
- Di tengah euforia, tragedi menimpa seorang remaja yang tewas saat merayakan kemenangan di Salamanca.

Hampir dua juta warga Madrid membanjiri jalan-jalan ibu kota Spanyol pada Senin (21/7) untuk menyambut kepulangan tim nasional sepak bola yang baru saja menjuarai Piala Dunia 2026. Kerumunan raksasa itu menjadi bukti euforia yang melanda negeri matador setelah Ferran Torres memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina di final yang digelar di New Jersey, Amerika Serikat.
Para pemain dan staf pelatih memulai rangkaian acara dengan bertemu Raja Felipe VI dan Perdana Menteri Pedro Sanchez di istana kerajaan. Dalam pertemuan tersebut, Sanchez menyampaikan apresiasi atas gaya bermain dan perjuangan tim. โKami benar-benar menikmati melihat kalian bermain,โ ujarnya seperti dikutip media setempat.
Puncak perayaan berlangsung ketika skuad berjuluk La Roja menaiki bus terbuka bertuliskan โStars Shine Togetherโ melintasi jalan-jalan bersejarah Madrid. Rute dimulai dari dekat Istana Moncloa, kediaman resmi perdana menteri, menuju Plaza Cibeles yang menjadi lokasi upacara utama. Otoritas setempat mencatat sekitar 120.000 orang berkumpul di plaza tersebut untuk menyaksikan para pahlawan mereka.
Suasana semakin meriah saat para pemain diperkenalkan satu per satu di atas panggung. Setiap pemain memilih lagu yang akan diputar saat mereka naik panggung. Bek Alex Baena, yang merayakan ulang tahunnya yang ke-25, masuk dengan membawa trofi Piala Dunia. Pelatih Luis de la Fuente, yang diangkat oleh para pemainnya, ikut bernyanyi mengikuti alunan musik. Striker Borja Iglesias bahkan sempat beraksi sebagai DJ, membuat rekan-rekannya berjoget di panggung.
Kemenangan ini memiliki makna khusus bagi Spanyol. Selain mengulang sukses edisi 2010, tim putra menyusul prestasi tim putri yang menjadi juara dunia pada 2023. Spanyol menjadi negara pertama yang secara bersamaan memegang gelar juara dunia putra dan putri. โIni pengalaman emosional dan membanggakan bisa mewakili negara yang luar biasa dengan penggemar yang begitu bergairah dan setia,โ kata De la Fuente sebelum parade dimulai.
Namun, euforia nasional ternoda oleh insiden tragis di Salamanca, barat laut Madrid. Seorang remaja berusia 13 tahun tewas setelah air mancur yang ia panjat bersama teman-temannya untuk merayakan kemenangan runtuh. Pemerintah setempat menyampaikan duka cita dan mengimbau warga untuk tetap waspada dalam merayakan.
Bagi banyak pendukung muda, ini adalah pertama kalinya mereka menyaksikan tim putra Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia. Suasana di Spanyol kini sangat berbeda dibandingkan 2010, saat negara itu dililit krisis utang, pengangguran 20%, dan ketegangan separatis. Kini, ekonomi Spanyol tumbuh, tingkat pengangguran turun setengahnya, dan ketegangan nasionalis mereda. Kemenangan ini seolah menjadi simbol kebangkitan dan persatuan bangsa.
Ke depan, tantangan bagi Spanyol adalah mempertahankan konsistensi di turnamen-turnamen besar. Dengan fondasi yang kuat di level junior dan tim putri yang juga juara dunia, masa depan sepak bola Spanyol tampak cerah. Akankah La Roja mampu mendominasi seperti era 2008-2012? Atau justru akan muncul pesaing baru yang menggusur tahta mereka?



