Spanyol Tetap Unggulan, Deschamps Beri Tekanan Psikologis
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Prancis Didier Deschamps menyebut Spanyol sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang semifinal, meski timnya tampil impresif.
- Pertemuan di AT&T Stadium ini mempertemukan dua tim terkuat turnamen, dengan Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam enam laga terakhir.
- Kylian Mbappe dipastikan fit, sementara Lamine Yamal menjadi ancaman utama setelah mencetak gol ke gawang Prancis di dua turnamen sebelumnya.

Dallas, Texas — Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, secara terbuka menempatkan Spanyol sebagai tim yang lebih diunggulkan menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Selasa (14/7) waktu setempat. Pernyataan ini muncul meskipun Les Bleus tampil gemilang sepanjang turnamen, sementara La Roja justru melalui jalan berliku setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde di laga perdana.
Deschamps menilai bahwa hasil awal yang mengecewakan itu justru menjadi momentum kebangkitan Spanyol. “Lupakan pertandingan pertama melawan Cape Verde. Sejak saat itu, Spanyol membuktikan bahwa mereka layak menjadi favorit,” ujar pelatih berusia 57 tahun itu dalam konferensi pers jelang laga. Ia juga menambahkan bahwa Spanyol memiliki keseimbangan antara serangan dan pertahanan yang solid, dengan hanya kebobolan satu gol dalam enam atau tujuh pertandingan terakhir.
Di sisi lain, pelatih Spanyol Luis de la Fuente menanggapi santai prediksi tersebut. “Sejak awal saya selalu mengatakan bahwa status favorit atau bukan tidak berarti apa-apa. Itu tidak menentukan,” katanya sambil tersenyum. De la Fuente menekankan bahwa timnya sudah terbiasa dengan tekanan, dan motivasi untuk membela negara sudah cukup menjadi pendorong utama.
Deschamps optimistis laga nanti akan menyajikan tontonan spektakuler. “Dengan kualitas ofensif kedua tim, saya pikir kita bisa mengharapkan pertandingan yang luar biasa,” katanya. Ia juga tidak terlalu khawatir dengan ancaman Lamine Yamal, pemain sayap Spanyol yang kerap merepotkan pertahanan Prancis. “Saya sudah mempelajari Yamal dan kemampuannya. Dia salah satu pemain yang bisa membuat perbedaan. Tapi kami punya banyak solusi,” tegas Deschamps.
Kabar baik bagi Prancis, kapten Kylian Mbappe yang sempat ditarik keluar di babak kedua saat melawan Maroko karena cedera, dipastikan fit 100% untuk laga semifinal. Hal ini menjadi suntikan moral bagi skuad Les Bleus yang mengincar tiket ke partai puncak.
Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini layak dinanti sebagai ajang pembuktian dua raksasa Eropa. Dengan gaya bermain yang kontras—Prancis mengandalkan kecepatan dan transisi, sementara Spanyol mengedepankan penguasaan bola—pertandingan ini bisa menjadi referensi taktik bagi pelatih dan penggemar di Tanah Air. Apakah Deschamps berhasil memainkan psikologi balik atau justru Spanyol yang akan membuktikan status favorit mereka? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Texas.



