Mbappe Akui Keunggulan Spanyol: 'Kami Terlalu Ceroboh Secara Teknis'
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe menyesali kegagalan Prancis mengimbangi penguasaan lini tengah Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026.
- Spanyol unggul 2-0 lewat penalti Oyarzabal dan gol Porro, memanfaatkan kelemahan pressing Prancis.
- Prancis harus puas berebut peringkat ketiga, sementara Mbappe masih bersaing memperebutkan Sepatu Emas.

Kylian Mbappe tak menampik kekalahan telak Prancis dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Kapten timnas Prancis itu mengakui bahwa timnya tampil ceroboh secara teknis sehingga gagal mengimbangi permainan Spanyol yang mendominasi lini tengah.
Dalam laga yang digelar di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Selasa (14/7) malam, Spanyol menang meyakinkan 2-0. Mikel Oyarzabal membuka keunggulan melalui penalti pada menit ke-22 setelah Lucas Digne melanggar Lamine Yamal. Pedro Porro menggandakan keunggulan tak lama sebelum jam pertandingan memasuki menit ke-60.
Mbappe menilai kegagalan Prancis terletak pada eksekusi rencana permainan. Sejak awal, Prancis berencana menerapkan tekanan tinggi untuk mengganggu ritme Spanyol. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Spanyol dengan mudah melewati pressing dan cepat merebut bola kembali setiap kali Prancis sempat menguasainya.
โKami tiga lawan dua di lini tengah, dan melawan Spanyol, itu berat,โ ujar Mbappe seusai pertandingan. โFabian dan Rodri punya banyak waktu untuk bermain. Ada kurang komunikasi saat pressing. Seharusnya kami melakukan pressing satu lawan satu dan memaksa mereka berlari bersama kami.โ
Prancis datang ke semifinal dengan catatan impresif: memenangkan enam pertandingan pertama dan mencetak 16 gol. Namun, serangan mereka tumpul menghadapi organisasi pertahanan Spanyol. Mbappe sendiri gagal menambah pundi-pundi golnya setelah sebelumnya mengemas delapan gol di turnamen ini.
Pelatih Didier Deschamps melakukan sejumlah perubahan, termasuk menarik Adrien Rabiot di babak pertama dan memasukkan Desire Doue serta Rayan Cherki. Namun, perubahan itu tak mampu mengubah jalannya pertandingan. Spanyol tetap mengontrol permainan berkat keunggulan jumlah pemain di lini tengah.
Mbappe, yang kini membela Real Madrid, juga mengkritik kualitas umpan dan kontrol bola timnya. โKami terlalu ceroboh secara teknis,โ katanya. โKami tidak bisa menyakiti mereka saat memiliki kesempatan.โ
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan betapa pentingnya penguasaan lini tengah dalam sepak bola modern. Spanyol, dengan gaya khas tiki-taka yang diadaptasi, membuktikan bahwa pressing tinggi pun bisa dilumpuhkan dengan pergerakan tanpa bola dan umpan-umpan pendek yang cepat. Pelajaran ini bisa diadopsi oleh timnas Indonesia yang kerap kesulitan menghadapi tim dengan penguasaan bola dominan.
Dengan kekalahan ini, Prancis harus puas bertanding memperebutkan peringkat ketiga melawan tim yang kalah di semifinal antara Argentina dan Inggris. Sementara itu, Mbappe masih berpeluang menyabet Sepatu Emas jika mampu mencetak gol di laga pamungkas. Namun, yang terlewat adalah kesempatan emas untuk membawa pulang trofi Piala Dunia.
โSebagai kapten, saya harus mengambil semua tanggung jawab dan saya tidak masalah dengan itu. Kami ingin ke final. Kami tidak berhasil.โ โ Kylian Mbappe
Pertanyaannya kini: bisakah Prancis bangkit dari keterpurukan ini dan kembali menjadi kekuatan dominan di Piala Dunia mendatang? Ataukah era keemasan Les Bleus mulai meredup?



