Pertandingan Tak Diinginkan: Deschamps Pamit, Mbappe Buru Rekor di Laga Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Prancis dan Inggris akan bertanding pada Sabtu untuk memperebutkan peringkat ketiga Piala Dunia setelah kalah di semifinal, dengan pelatih Didier Deschamps memimpin laga terakhirnya bersama Les Bleus.
- Kylian Mbappe berpeluang memecahkan rekor gol sepanjang masa Piala Dunia dengan torehan 20 gol, menjadikan laga ini ajang perburuan sejarah individu di tengah kekecewaan tim.
- Rotasi pemain diperkirakan besar di kedua tim, memberikan kesempatan bagi pemain cadangan untuk unjuk gigi, sementara Deschamps ingin mengakhiri 14 tahun masa baktinya dengan kemenangan.

Kekalahan pahit di semifinal memaksa Prancis dan Inggris beradu nasib dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami, Sabtu (16/7) โ sebuah pertandingan yang tak pernah diimpikan kedua tim, namun menyimpan drama tersendiri: perpisahan pelatih legendaris Didier Deschamps dan perburuan rekor gol Kylian Mbappe.
Prancis gagal melangkah ke final ketiga berturut-turut setelah ditundukkan Spanyol 2-0 pada Selasa (13/7). Sehari berselang, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina 2-1. Dua hasil yang memupus mimpi tampil di partai puncak. Kini, keduanya harus bangkit untuk memperebutkan medali perunggu, sebuah laga yang kerap dianggap sebagai "hadiah hiburan" yang tidak diinginkan oleh para pemain.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, secara blak-blakan mengakui rendahnya motivasi timnya. "Tak satu pun pemain Prancis ingin memainkan laga ini. Mereka ingin tampil di final. Kami sudah memberikan segalanya untuk berada di final," ujarnya. Pernyataan itu mencerminkan kelelahan fisik dan mental setelah turnamen panjang dengan 48 tim peserta.
Namun, laga ini tetap memiliki bobot historis. Bagi Deschamps, ini adalah pertandingan terakhirnya setelah 14 tahun menukangi Les Bleus. Pria 57 tahun itu membawa Prancis meraih gelar juara dunia 2018, runner-up 2022, dan tiga kali semifinal berturut-turut. Meski gagal mengulang sukses 2018, para pemain Prancis bertekad memberikan kemenangan perpisahan bagi pelatih yang telah membangun fondasi kokoh sepak bola Prancis.
Di sisi lain, Mbappe menjadi magnet tersendiri. Kapten Prancis berusia 27 tahun itu telah mencetak 8 gol di Piala Dunia 2026 dan total 20 gol sepanjang karier turnamen. Ia kini hanya berjarak 4 gol dari rekor sepanjang masa Miroslav Klose (24 gol). Dengan tekanan kolektif yang minim, laga ini bisa menjadi panggung sempurna bagi Mbappe untuk menorehkan sejarah baru โ sebuah pencapaian individu di tengah kekecewaan tim.
Rotasi pemain menjadi skenario paling mungkin. Prancis diperkirakan akan menurunkan pemain-pemain yang jarang tampil, begitu pula Inggris. Tuchel kemungkinan memberi menit bermain kepada anggota skuad yang lebih banyak duduk di bangku cadangan selama turnamen. Bagi mereka, laga ini adalah kesempatan terakhir untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pelatih.
Bagi publik Indonesia, laga ini mungkin tidak serumit jika tim nasional sendiri berlaga, namun tetap relevan. Piala Dunia selalu menjadi tontonan global yang menyedot perhatian, termasuk di Indonesia. Pertandingan perebutan peringkat ketiga sering kali menyajikan permainan lebih terbuka karena tekanan berkurang, sehingga menarik untuk disaksikan. Selain itu, perburuan rekor Mbappe bisa menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.
Pertanyaan besarnya: mampukah Deschamps mengakhiri masa baktinya dengan kemenangan, atau justru Mbappe yang akan mencuri perhatian dengan torehan sejarahnya? Atau akankah Inggris bangkit dari keterpurukan dan membawa pulang medali perunggu? Satu hal yang pasti, laga ini bukan sekadar partai hiburan โ ia adalah panggung terakhir bagi seorang arsitek kemenangan dan batu loncatan bagi legenda masa depan.



