Duel Spektakuler di Dallas: Deschamps Yakin Prancis Siap Balas Dendam ke Spanyol
Baca dalam 60 detik
- Prancis dan Spanyol akan bertemu di semifinal Piala Dunia, dengan Les Bleus berpeluang menjadi negara ketiga yang lolos ke tiga final beruntun.
- Didier Deschamps mengakui Spanyol sebagai unggulan, namun yakin timnya kini berada di level berbeda setelah dua kekalahan sebelumnya.
- Kylian Mbappe, dengan delapan gol, bisa merebut Sepatu Emas jika mencetak gol, menggeser Lionel Messi.

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, memprediksi laga semifinal melawan Spanyol di Dallas, Selasa (20:00 BST), akan menjadi pertandingan yang spektakuler. Dua raksasa sepak bola Eropa ini akan kembali beradu kekuatan dalam ajang Piala Dunia, setelah sebelumnya Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal Euro 2024 dan juga dalam drama sembilan gol di Nations League musim lalu.
Deschamps, yang akan mengakhiri masa baktinya setelah 14 tahun menukangi Les Bleus, menegaskan bahwa masa lalu tidak relevan. “Mereka memang menang sebelumnya, tapi saya menatap laga besok. Kami kini berada di level lain. Kami ingin ke final,” ujarnya. Prancis, yang sudah dua kali menjadi juara dunia, berpeluang menjadi negara ketiga setelah Jerman Barat (1982, 1986, 1990) dan Brasil (1994, 1998, 2002) yang mampu mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut.
Meski percaya diri, Deschamps mengakui Spanyol layak diunggulkan. “Mereka hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan. Kami tahu ini bisa menjadi laga paling spektakuler. Saya dan Luis de la Fuente sama-sama paham cara bertahan, dan dengan kualitas ofensif kedua tim, kita bisa membayangkan pertandingan yang luar biasa,” tambahnya. Namun, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, meremehkan status favorit. “Itu tidak berarti apa-apa. Kami adalah dua tim hebat yang saling berhadapan. Tekanan sudah ada karena kami ingin berbuat baik untuk negara,” katanya.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Kylian Mbappe. Kapten Prancis itu telah mencetak delapan gol, sama dengan Lionel Messi, dan jika ia kembali menjebol gawang Spanyol, ia akan memimpin sendirian dalam perburuan Sepatu Emas. De la Fuente mengakui ancaman dari Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise, namun ia menekankan bahwa timnya juga memiliki pemain-pemain hebat. “Kami harus memenangkan duel, tampil agresif, dan tetap memainkan gaya kami. Besok akan menjadi pertandingan yang sangat berat,” ujarnya.
Dalam konferensi pers di Dallas, De la Fuente bahkan mengutip Julius Caesar: “Kau tak bisa menang tanpa menderita. Itu salah satu ungkapan yang saya sukai. Jika ingin mencapai hal besar, kau harus siap menderita.” Ia juga menekankan pentingnya menikmati momen. “Saya bilang ke pemain: nikmati apa yang kita miliki hari ini. Kalian istimewa. Mari bermain sepak bola.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan kelas dunia yang patut dinantikan. Dua tim dengan filosofi berbeda—Prancis dengan kecepatan dan individualitas, Spanyol dengan penguasaan bola dan kolektivitas—akan beradu taktik. Siapa pun yang menang, satu tiket ke final sudah menanti. Akankah Deschamps mengulang sukses 2018, atau justru Spanyol yang kembali menjadi mimpi buruk bagi Les Bleus?



