Drama 121 Menit: Lautaro Bawa Argentina ke Semifinal, Hadapi Inggris
Baca dalam 60 detik
- Lautaro Martinez menjadi pahlawan Argentina dengan gol di menit 121 saat perpanjangan waktu melawan Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026.
- Argentina harus melalui 120 menit di tiga laga knockout, menunjukkan ketangguhan mental juara bertahan meski diuji fisik.
- Kemenangan ini mempertemukan Argentina dengan Inggris di semifinal, laga klasik yang sarat sejarah dan rivalitas.

Lautaro Martinez memastikan tiket Argentina ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan gol dramatis di menit ke-121 saat perpanjangan waktu, mengalahkan Swiss 3-1 dalam laga perempat final yang berlangsung ketat di awal Minggu dini hari. Gol kapten Inter Milan itu tidak hanya menyelamatkan Argentina dari babak adu penalti, tetapi juga menghidupkan kembali mimpi mempertahankan gelar juara dunia.
Pertandingan di Lusail Stadium itu berjalan alot. Argentina unggul cepat melalui Alexis Mac Allister pada menit ke-10, namun Swiss menyamakan kedudukan melalui mantan pemain Bologna, Dan Ndoye, di menit ke-67. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis, memaksa kedua tim bermain 30 menit tambahan.
Di babak perpanjangan waktu, Julian Alvarez membawa Argentina unggul 2-1 pada paruh kedua. Namun, puncak drama terjadi di menit akhir injury time, ketika Thiago Almada melepaskan tembakan rendah yang ditepis kiper Swiss Gregor Kobel. Bola muntah langsung disambar Lautaro dengan first-time finish yang akurat, memastikan kemenangan Argentina.
Bagi Argentina, ini adalah ujian ketahanan fisik dan mental. Lionel Scaloni, pelatih Argentina, mengakui timnya harus bermain ekstra keras di setiap laga gugur. โKami tidak mencari jalan mudah. Setiap pertandingan adalah pertempuran,โ ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Ketergantungan pada pemain pengganti seperti Lautaro dan Almada menjadi kunci sukses Argentina sejauh ini.
Bagi Indonesia, laga ini menyajikan tontonan kelas dunia yang bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional. Semifinal Argentina vs Inggris bukan hanya soal gengsi, tetapi juga pelajaran tentang manajemen pertandingan, rotasi pemain, dan mental juara. Timnas Indonesia, yang tengah membangun skuad muda, dapat memetik banyak pelajaran dari cara Argentina mengelola tekanan di laga-laga krusial.
Lautaro sendiri mengaku gol ini adalah yang terindah dalam kariernya. โSaya hanya fokus pada bola dan memastikan tidak meleset. Ini untuk seluruh rakyat Argentina,โ katanya seusai pertandingan. Dengan gol ini, Lautaro membungkam kritik yang sempat dialamatkan padanya karena minim kontribusi gol di turnamen besar.
Kini, Argentina harus bersiap menghadapi Inggris di semifinal. Laga ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat sejarah panjang rivalitas kedua negara. Apakah Argentina mampu mempertahankan gelar juara dunia? Atau justru Inggris yang akan mengakhiri puasa gelar sejak 1966? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



