Everton Beralih ke Bek Muda Genoa: Alternatif Lebih Murah dari Djed Spence
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan menjajaki transfer Brooke Norton-Cuffy, bek kanan Genoa, dengan banderol โฌ20 juta atau sekitar Rp340 miliar.
- Alternatif ini muncul setelah Tottenham mematok harga ยฃ40 juta untuk Djed Spence, yang dinilai terlalu mahal oleh manajemen The Toffees.
- Norton-Cuffy, jebolan akademi Arsenal, dianggap memiliki potensi ofensif lebih baik dan bisa menjadi solusi jangka panjang di sisi kanan pertahanan Everton.

Everton kembali mengincar penguatan lini belakang setelah musim lalu kembali finis di posisi 13 klasemen Premier League. Manajer David Moyes kini mengarahkan radar transfernya ke Serie A, tepatnya pada bek kanan Genoa, Brooke Norton-Cuffy, yang disebut-sebut siap kembali ke Inggris setelah dua musim berkarier di Italia.
Langkah ini menjadi alternatif setelah negosiasi dengan Tottenham Hotspur untuk Djed Spence menemui kendala harga. Spurs membanderol Spence sebesar ยฃ40 juta, angka yang dinilai terlalu tinggi oleh pemilik baru Everton, Friedkin Group. Apalagi, Spence meski tampil impresif bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, dianggap memiliki keterbatasan dalam serangan.
Sebaliknya, Norton-Cuffy yang baru berusia 21 tahun justru dinilai memiliki keunggulan ofensif. Analis Ben Mattinson menyebutnya sebagai "pembawa bola gila" dan "fisiknya luar biasa". Bek yang sempat menimba ilmu di akademi Arsenal ini telah mencatatkan penampilan konsisten di Serie A, dengan kemampuan bertahan solid dan dorongan ke depan yang agresif.
Kebutuhan Everton akan bek kanan murni semakin mendesak setelah kepergian Seamus Coleman dan ketidakjelasan nasib Nathan Patterson. Selama ini, Moyes mengandalkan Jake O'Brien yang berposisi asli bek tengah untuk menempati sisi kanan, namun hal itu mengurangi keseimbangan tim. Norton-Cuffy diharapkan bisa memberikan dimensi baru, terutama dalam membantu serangan dari sayap.
Menurut laporan TEAMtalk, Genoa terbuka untuk melepas pemainnya jika nilai โฌ20 juta terpenuhi. Everton sebenarnya sudah menjajaki transfer ini pada Januari lalu, dan kini kembali menghidupkan minat. Norton-Cuffy sendiri dikabarkan antusias kembali ke Inggris dan bermain di bawah asuhan Moyes, yang dikenal mampu mengembangkan pemain muda.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League mulai melirik pemain muda dari liga-liga Eropa lainnya, bukan hanya dari Inggris. Jika transfer jadi terwujud, Norton-Cuffy bisa menjadi contoh sukses pemain akademi Arsenal yang menemukan puncak performa setelah hijrah ke Italia dan kembali ke Premier League.
Langkah Everton ini juga menjadi sinyal bahwa Moyes lebih mengutamakan nilai ekonomis dan keseimbangan tim ketimbang memburu nama besar. Keputusan untuk tidak memaksakan transfer Spence bisa jadi tepat jika Norton-Cuffy mampu beradaptasi cepat dan memberikan kontribusi nyata. Pertanyaan besarnya: akankah pemain muda ini mampu menjawab ekspektasi dan membawa Everton bersaing ke papan atas musim depan?



