Ted Lasso Creators Bantah Mitos Sepak Bola Tak Populer di AS: Piala Dunia Buktikan
Baca dalam 60 detik
- Brendan Hunt, kreator Ted Lasso, menyebut anggapan sepak bola tidak populer di AS berlebihan dan Piala Dunia membuktikan sebaliknya.
- Serial Ted Lasso disebut membantu menarik penonton baru, namun pertumbuhan sepak bola di AS sudah terjadi jauh sebelum serial itu tayang.
- AS yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada dinilai lebih siap dibanding 1994, meski sepak bola belum dominan.

Anggapan bahwa sepak bola tidak populer di Amerika Serikat dinilai berlebihan. Brendan Hunt, salah satu kreator dan bintang serial "Ted Lasso", menegaskan bahwa Piala Dunia telah membuktikan minat masyarakat AS terhadap olahraga ini terus tumbuh, bahkan sebelum serial komedi tersebut tayang.
Dalam konferensi pers di Kansas City menjelang perempat final Piala Dunia antara Argentina dan Swiss, Hunt mengakui bahwa "Ted Lasso" mungkin turut menarik minat penonton yang sebelumnya enggan menonton sepak bola. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan sepak bola di negara dengan ekonomi terbesar dunia itu sudah berlangsung lama dan sering diremehkan.
"Kami tidak setertinggal yang digambarkan dalam hal popularitas olahraga ini, dan menurut saya Piala Dunia kali ini menunjukkan itu," ujar Hunt, yang memerankan pelatih Beard dalam serial tersebut. Ia menambahkan bahwa anggapan soal sepak bola tidak populer di AS "sedikit berlebihan".
Hunt juga menyoroti bahwa penggemar AS saat ini jauh lebih siap menyambut Piala Dunia dibandingkan edisi 1994, ketika kesadaran terhadap turnamen masih rendah. Meski kehadiran legenda seperti Pele, David Beckham, dan Lionel Messi di kompetisi domestik belum mampu menjadikan sepak bola sebagai olahraga dominan, tren positif tetap terlihat.
"Setiap Piala Dunia selalu menarik penggemar musiman di setiap negara. Apakah sebagian dari mereka akan bertahan? Itu masih harus dilihat," kata Hunt. Ia bercanda bahwa para kreator serial "Ted Lasso" telah "menipu" beberapa penonton yang enggan untuk menyukai sepak bola.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat antusiasme masyarakat terhadap sepak bola global, termasuk Piala Dunia, sangat tinggi. Keberhasilan AS menarik minat baru melalui budaya pop seperti "Ted Lasso" bisa menjadi pelajaran bagi upaya mempopulerkan sepak bola di Tanah Air, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, Indonesia yang juga bermimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia di masa depan dapat belajar dari pengalaman AS dalam membangun basis penggemar.
Jason Sudeikis, kreator dan bintang utama "Ted Lasso", dengan bercanda mengklaim bahwa serialnya berhasil meningkatkan popularitas sepak bola, setidaknya di rumahnya sendiri. Namun, ia kemudian menyerahkan analisis lebih serius kepada Hunt. Serial yang mengisahkan pelatih asal AS yang tak terduga menangani klub sepak bola Inggris ini telah menjadi fenomena global, memenangkan 13 Emmy Awards.
Setelah sempat diragukan kelanjutannya, musim keempat "Ted Lasso" akhirnya diumumkan pada Maret 2025. Musim baru akan tayang di Apple TV+ mulai 5 Agustus 2025, dengan Ted kembali ke Richmond untuk melatih tim wanita divisi dua. Pertanyaan besarnya: akankah serial ini kembali memicu lonjakan minat terhadap sepak bola, atau justru sebaliknya, sepak bola yang membuat "Ted Lasso" tetap relevan?



