Spanyol Hancurkan Prancis: Kolektivitas Kalahkan Bintang Individual di Semifinal Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal Piala Dunia berkat permainan kolektif yang superior, menembus pertahanan zonal Les Bleus.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 laga, menyamai catatan Italia, dan membawa mereka ke final kedua sepanjang sejarah.
- Lamine Yamal dan lini tengah Spanyol menjadi kunci, dengan catatan enam cleansheet di turnamen ini โ pertama dalam sejarah Piala Dunia.

Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia setelah menundukkan Prancis 2-0 dalam semifinal yang berlangsung di Sydney, Selasa (15/8) malam. Kemenangan ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan pernyataan dominasi permainan kolektif yang membuat skuad bintang Prancis tak berkutik.
Sejak awal laga, Spanyol menerapkan tekanan tinggi dan penguasaan bola yang khas. Mereka tidak memberi ruang bagi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise untuk mengembangkan permainan. Hasilnya, Prancis hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan โ sebuah rekor terburuk bagi tim sekelas Les Bleus di babak semifinal Piala Dunia.
Gol pertama Spanyol lahir dari titik putih setelah Mikel Oyarzabal dengan tenang menaklukkan kiper Prancis pada menit ke-34. Gol kedua datang dari aksi brilian Pedro Porro yang menyelesaikan umpan Dani Olmo pada menit ke-58. Dua gol itu menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Spanyol, namun cukup untuk mengantarkan mereka ke final.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, yang sempat diragukan saat diangkat pada 2022, kini berhasil membawa timnya ke final kedua setelah 2010. Ia membangun skuad ini dari akar rumput: banyak pemain seperti Rodri, Unai Simon, dan Oyarzabal pernah diasahnya di tim U-19 dan U-21. โKami telah merebut kembali semangat 2010,โ ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Dari sisi taktik, Spanyol unggul di lini tengah dengan trio Fabian Ruiz, Rodri, dan Dani Olmo yang mampu menguasai area tengah. Olmo, yang berperan sebagai gelandang serang bebas, sering turun ke dalam untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain. Prancis yang menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan pertahanan zonal kesulitan mengawasi pergerakan pemain Spanyol. Akibatnya, bek sayap Prancis kerap menghadapi situasi dua lawan satu.
Mantan bek Prancis Gael Clichy mengakui keunggulan Spanyol. โIni bukan tim Spanyol terbaik yang pernah saya lihat, tapi tim terbaik yang menang. Mereka mengontrol semua fase permainan,โ katanya kepada BBC Radio 5 Live. Sementara itu, Patrick Vieira, legenda Prancis, menambahkan bahwa Spanyol memenangkan pertandingan secara taktis dengan mematikan peran Olise.
โIni adalah struktur melawan individualitas. Saya terkejut betapa mudahnya itu terjadi.โ โ Ian Wright, mantan striker Arsenal.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan yang menarik karena menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal nama besar. Tim nasional Indonesia, yang tengah membangun skuad muda, bisa belajar dari konsistensi Spanyol dalam mempertahankan filosofi permainan. Keberhasilan De la Fuente yang memoles pemain dari level junior juga menjadi contoh pentingnya pembinaan jangka panjang.
Spanyol kini menunggu pemenang antara Argentina dan Inggris yang akan bertanding di Atlanta, Rabu (16/8). Jika Inggris menang, final akan menjadi ulangan final Euro 2024. De la Fuente mengaku tidak memiliki preferensi, namun pakar sepak bola Spanyol Guillem Balague menilai Spanyol siap menghadapi siapa pun. โMereka telah menaikkan standar. Spanyol menyelesaikan pertandingan, menciptakan peluang. Inggris memulai proyek baru setelah Euro, tapi Spanyol terus dengan ide yang sama,โ ujarnya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Spanyol mempertahankan performa ini di final? Atau akankah lawan mereka menemukan celah untuk menghentikan mesin kolektif La Roja?



