Spanyol Tumbangkan Belgia, Tantang Perancis di Semifinal Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Mikel Merino menjadi pahlawan Spanyol lewat gol telat di menit ke-88 setelah masuk sebagai pemain pengganti.
- Kekalahan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Belgia dalam 18 pertandingan beruntun.
- Spanyol akan berhadapan dengan Perancis yang tengah memburu tiket final ketiga beruntun.

Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia setelah menekuk Belgia 2-1 di Inglewood, Jumat (10/7) waktu setempat. Gol telat Mikel Merino pada menit ke-88 menjadi penentu kemenangan La Roja, sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Belgia dalam 18 laga beruntun.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Spanyol unggul lebih dulu lewat Fabian Ruiz pada menit ke-30 yang memanfaatkan rebound tembakan Dani Olmo. Namun, Belgia menyamakan kedudukan hanya 11 menit kemudian melalui sundulan Charles De Ketelaere memanfaatkan umpan silang Timothy Castagne. Gol itu sekaligus memutus rekor Unai Simon yang tidak kebobolan selama 650 menit di Piala Dunia, terhitung sejak edisi 2022.
Kunci laga terjadi pada babak kedua. Kiper Belgia Thibaut Courtois harus ditarik keluar pada menit ke-71 karena cedera kaki, digantikan Senne Lammens. Keputusan itu terbukti fatal. Pada menit ke-86, Merino masuk menggantikan pemain lain, dan dua menit berselang ia mencetak gol kemenangan. Lammens gagal menahan tembakan Pau Cubarsi yang tidak terlalu keras, dan bola muntah langsung disambar Merino dari jarak dekat.
Kemenangan ini membawa Spanyol ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2010, tahun terakhir mereka menjadi juara. Di semifinal, mereka akan berhadapan dengan Perancis yang tengah memburu tiket final ketiga beruntun setelah juara 2018 dan runner-up 2022. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (14/7) waktu setempat.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik karena gaya bermain Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola kerap menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, beberapa kali menyebut ingin menerapkan filosofi serupa. Namun, efektivitas serangan balik Belgia juga bisa menjadi pelajaran bagi tim yang kerap menghadapi lawan lebih kuat.
Pertanyaan kini mengemuka: mampukah Spanyol mengulang kejayaan 2010, atau justru Perancis yang akan kembali ke final? Satu hal pasti, laga nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi pertahanan Spanyol yang sempat goyah melawan Belgia.



