Bayern Lepas Asp Jensen ke Deportivo, Bukti Nyata Sistem Pembinaan Muda Berbuah
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Denmark berusia 20 tahun, Jonathan Asp Jensen, resmi dilepas Bayern Muenchen ke Deportivo La Coruna yang baru promosi ke La Liga.
- Asp Jensen hanya tampil sekali untuk tim utama Bayern, tetapi produktif di tim cadangan dan saat dipinjamkan ke Grasshopper, mencetak 8 gol dan 6 asis di Liga Swiss.
- Kepergian ini menegaskan strategi Bayern dalam mengembangkan talenta muda: memberi kesempatan di tim junior, meminjamkan untuk jam terbang, lalu melepas dengan nilai jual tinggi.

Bayern Muenchen kembali menunjukkan efektivitas sistem pembinaan usia mudanya. Gelandang muda Denmark, Jonathan Asp Jensen, resmi hengkang secara permanen ke Deportivo La Coruna, klub yang baru saja promosi ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga.
Pemain berusia 20 tahun itu direkrut Bayern dari akademi Midtjylland pada 2022. Selama berseragam Die Roten, Asp Jensen hanya sekali merasakan bermain di tim utama, yaitu saat diturunkan oleh pelatih Thomas Tuchel pada Mei 2024. Namun, bersama tim cadangan Bayern, performanya justru moncer. Dalam 23 penampilan, ia menyumbang lima gol dan 11 asis.
Untuk mencari menit bermain reguler, Asp Jensen kemudian dipinjamkan ke Grasshopper di Liga Swiss pada musim 2025/26. Di sana, ia justru menjadi andalan dengan torehan delapan gol dan enam asis dalam 35 pertandingan liga, membantu klubnya terhindar dari degradasi. Catatan impresif inilah yang membuat Deportivo tertarik memboyongnya ke Spanyol.
Direktur pengembangan pemain muda Bayern, Jochen Sauer, mengapresiasi perjalanan Asp Jensen. Menurutnya, pemain Denmark itu adalah contoh nyata bagaimana talenta muda bisa berkembang di Bayern. "Jonny adalah bukti lain bagaimana pemain muda terus berkembang di Bayern. Ia bekerja keras menembus sepak bola profesional dengan ambisi besar," ujar Sauer. Ia menambahkan bahwa langkah Asp Jensen ke Deportivo adalah hadiah yang pantas setelah menunjukkan performa bagus di Swiss. Bayern, kata Sauer, akan terus memantau perkembangannya.
Transfer ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Sepak bola Indonesia kerap menghadapi tantangan dalam pembinaan usia muda, terutama dalam hal transisi dari level junior ke senior. Model Bayern yang meminjamkan pemain ke klub lain untuk mendapatkan jam terbang, lalu melepasnya dengan nilai jual, bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia. Selain itu, keberhasilan pemain Denmark ini menunjukkan bahwa bermain di liga Eropa, meski bukan liga top, tetap bisa menjadi batu loncatan karier.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Asp Jensen bisa bersinar di La Liga bersama Deportivo. Jika ia mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi rebutan klub-klub besar Eropa. Bagi Bayern, ini akan menjadi bukti lain bahwa investasi mereka di akademi tidak pernah sia-sia.



