Leeds Berburu Bek Muda Bosnia: Investasi Jangka Panjang Usai Kepergian Struijk
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan hampir mengamankan tanda tangan bek tengah Sassuolo, Tarik Muharemovic, dengan nilai transfer mencapai ยฃ34 juta.
- Kedatangan pemain berusia 23 tahun itu diharapkan menjadi suksesor Pascal Struijk yang hengkang ke Brighton, sekaligus memperkuat lini pertahanan The Whites.
- Jika terealisasi, Muharemovic berpotensi menjadi rekrutan terbaik Leeds sejak Dominic Calvert-Lewin, dengan kombinasi performa matang dan prospek jangka panjang.

Leeds United bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah sukses mendatangkan Harry Wilson secara gratis, klub asal Yorkshire itu kini membidik bek tengah Sassuolo, Tarik Muharemovic, sebagai prioritas utama. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano melaporkan bahwa Leeds telah mengajukan tawaran kontrak verbal kepada pemain timnas Bosnia tersebut dan optimistis kesepakatan bisa rampung pekan ini.
Langkah ini tak lepas dari kepergian Pascal Struijk ke Brighton & Hove Albion dengan nilai ยฃ20 juta. Kehilangan bek kiri asal Belanda itu membuat Leeds kehilangan opsi bek tengah berkaki kiri alami. Muharemovic, yang juga bertipe kidal, dinilai sebagai pengganti ideal. Musim lalu di Serie A, ia mencatatkan persentase kemenangan duel darat dan udara mencapai 64%, plus rata-rata 2,8 tekel dan intersep per laga. Angka tersebut lebih impresif ketimbang catatan Struijk di Premier League yang hanya 55% duel darat dan 56% duel udara, dengan rata-rata 2,0 tekel dan intersep per pertandingan.
Jika dibandingkan dengan rekrutan terbaik Leeds musim lalu, Dominic Calvert-Lewin, potensi Muharemovic tak kalah menarik. Calvert-Lewin datang gratis dari Everton dan menjadi top skor dengan 15 gol di semua kompetisi, meski sebelumnya hanya mencetak 3 gol dalam 26 laga Premier League. Manajer Daniel Farke dan tim rekrutmen layak mendapat kredit atas risiko yang berbuah manis. Kini, standar itu ingin diulang di lini belakang.
Muharemovic tak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek. Di usia 23 tahun, ia masih memiliki ruang pengembangan yang luas. Kombinasi antara kemampuan bertahan solid dan potensi pertumbuhan membuatnya layak disebut sebagai investasi. Leeds tidak hanya mendapatkan pemain siap pakai, tetapi juga aset yang nilainya bisa meningkat seiring waktu. Ini menjadi krusial mengingat klub harus bersaing di Premier League yang kian kompetitif.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds ini menarik dicermati. Klub-klub Liga Inggris kini semakin agresif merekrut pemain muda berbakat dari Serie A, yang kerap menjadi batu loncatan ke pentas Eropa. Jika Muharemovic sukses, ia bisa menjadi contoh bagaimana klub papan tengah Premier League membangun skuad dengan kombinasi rekrutan gratis dan pembelian strategis. Pertanyaan besarnya: akankah Leeds mampu mempertahankan konsistensi performa seperti yang ditunjukkan Calvert-Lewin?



