Spanyol Uji Ketangguhan Melawan Belgia di Perempat Final Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Luis de la Fuente menyebut Belgia sebagai lawan terberat Spanyol di Piala Dunia sejauh ini, dengan timnya belum kebobolan satu gol pun.
- Lamine Yamal, remaja 18 tahun, diharapkan menjadi pembeda di lini depan, meski baru mencetak satu gol, kontribusi defensifnya dipuji.
- Pemenang laga ini akan bertemu Prancis di semifinal, setelah Les Bleus menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0.

Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa laga perempat final Piala Dunia melawan Belgia akan menjadi ujian terberat bagi skuadnya di turnamen ini. Pernyataan itu disampaikan di hadapan wartawan di Los Angeles Stadium, Kamis waktu setempat, menjelang pertandingan yang akan digelar sehari kemudian. Spanyol sendiri melaju ke fase delapan besar setelah menekuk Portugal 1-0, dan sejauh ini menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan.
De la Fuente tidak menampik kualitas Belgia yang diisi pemain-pemain berpengalaman dari klub-klub besar Eropa. โBelgia adalah tim yang sangat kuat. Para pemainnya terbiasa menang. Ini akan menjadi pertandingan yang menantang,โ ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun Spanyol tampil solid di lini belakang, mereka tetap waspada terhadap daya gedor Belgia yang dikenal agresif.
Di sisi lain, Spanyol mengandalkan kolektivitas ketimbang bintang individu. Filsafat itu diungkapkan de la Fuente dengan mengutip kaisar Romawi Marcus Aurelius: โApa yang buruk bagi sarang lebah juga buruk bagi lebah.โ Ia menekankan bahwa setiap pemain telah mengutamakan kepentingan tim di atas segalanya, dan hal itu menjadi kunci keberhasilan mereka sejauh ini.
Dalam hal serangan, Spanyol menggantungkan harapan pada remaja Barcelona, Lamine Yamal, dan Mikel Oyarzabal yang telah mencetak empat gol. Yamal, yang disebut sebagai salah satu talenta muda paling cemerlang di dunia, baru sekali menjebol gawang lawan. Namun, de la Fuente memuji kedewasaan pemain 18 tahun itu, terutama kontribusinya saat bertahan dalam laga melawan Portugal. โDia akan tampil di lini depan,โ janji sang pelatih.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Spanyol yang sejak awal turnamen dijagokan sebagai kandidat juara. Keseimbangan antara penguasaan bola, pertahanan kokoh, dan kualitas serangan membuat mereka dianggap sebagai tim lengkap. Namun, Belgia bukan lawan sembarangan. Dengan skuad yang dihuni pemain-pemain seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku, mereka memiliki pengalaman di panggung besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena memperlihatkan perbedaan filosofi: Spanyol yang mengedepankan kolektivitas versus Belgia yang mengandalkan bintang individual. Selain itu, hasil pertandingan akan menentukan lawan bagi Prancis di semifinal, yang notabene menjadi salah satu favorit juara. Jika Spanyol mampu melewati Belgia, mereka berpotensi menghadirkan kejutan dengan menyingkirkan juara bertahan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Spanyol mampu mempertahankan rekor tanpa kebobolan saat berhadapan dengan lini depan Belgia yang haus gol. Atau justru Belgia yang akan membuktikan bahwa pengalaman mereka di turnamen besar lebih unggul? Laga Jumat malam nanti akan menjadi jawabannya.



