Arsenal Siapkan Sayap Masa Depan: Remaja 16 Tahun Jadi Versi Muda Bradley Barcola
Baca dalam 60 detik
- Arsenal telah mengamankan kesepakatan untuk mendatangkan Edwin Quintero, pemain sayap 16 tahun asal Ekuador, yang akan bergabung pada musim panas 2027.
- Quintero disebut sebagai versi muda Bradley Barcola berkat kemiripan gaya bermain: dribel lincah, progresi bola eksplosif, dan kemampuan menciptakan peluang dari ruang sempit.
- Langkah ini menjadi antisipasi atas performa lini depan yang kurang meyakinkan musim lalu, terutama di sisi kiri yang dihuni Martinelli dan Trossard.

Arsenal dikabarkan telah menyelesaikan kesepakatan untuk merekrut Edwin Quintero, pemain sayap muda berusia 16 tahun asal Ekuador, yang akan bergabung pada musim panas 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub untuk memperkuat lini depan, terutama di sisi kiri yang musim lalu tampil kurang produktif.
Quintero, yang saat ini membela Independiente del Valle, disebut sebagai versi muda dari Bradley Barcola, bintang PSG yang juga menjadi target utama Arsenal. Keduanya memiliki gaya bermain serupa: dribel lincah, kemampuan melewati lawan di ruang sempit, serta progresi bola yang eksplosif. Dalam debutnya bersama tim utama IDV, Quintero hanya bermain sepuluh menit namun berhasil mencetak gol indah setelah melewati dua pemain, serta mencatat tiga progresi bolaโrata-rata satu setiap tiga menit.
Keputusan Arsenal untuk merekrut pemain semuda ini tidak lepas dari kebutuhan mendesak akan sosok kreatif di sayap. Musim lalu, performa Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard di sisi kiri mengecewakan. Martinelli hanya mencetak satu gol di Premier League sepanjang musim, sementara Trossard baru menemukan sentuhan akhir di penghujung musim. Dengan rumor kepergian Trossard ke Besiktas, celah di posisi itu semakin terasa.
Di sisi lain, Arsenal juga tengah memburu Barcola dari PSG yang dibanderol sekitar ยฃ128 juta. Namun, dengan harga selangit tersebut, opsi alternatif seperti Quintero menjadi solusi jangka panjang yang lebih ekonomis. Meski masih berusia 16 tahun, Quintero dinilai memiliki potensi 10/10 oleh pengamat sepak bola Jacek Kulig, setara dengan bakat muda lain seperti Max Dowman.
Keputusan Arsenal untuk merekrut pemain dari akademi Independiente del Valle bukan tanpa alasan. Klub Ekuador itu dikenal sebagai salah satu penghasil talenta terbaik dunia, melahirkan nama-nama seperti Moises Caicedo, Piero Hincapie, dan Kendry Paez. Quintero, bersama saudara kembarnya Holger, menjadi bagian dari tradisi tersebut. Scout Como, Ben Mattinson, menggambarkan Quintero sebagai pemain yang โsangat terampil, menggunakan kelicikan untuk mengecoh lawan, dan mampu mengubah jalannya pertandingan.โ
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, langkah ini menunjukkan bahwa klub tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan. Dengan persaingan di Premier League yang semakin ketat, investasi pada pemain muda seperti Quintero bisa menjadi pembeda dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaan besarnya: akankah Quintero mampu memenuhi ekspektasi setinggi Barcola, atau justru menjadi bakat yang tenggelam di tengah tekanan klub sebesar Arsenal?



