Tottenham Lebih Pilih Kroupi daripada Leao: Investasi Masa Depan Bernilai £90 Juta
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengalihkan fokus dari Rafael Leao ke remaja Bournemouth, Eli Junior Kroupi, yang diyakini memiliki potensi lebih besar.
- Kroupi, 19 tahun, mencetak rekor gol debut Premier League untuk remaja dan dihargai £90 juta, dengan ketertarikan kuat untuk bergabung ke Spurs.
- Keputusan ini mencerminkan strategi Tottenham yang mengutamakan pemain muda serbaguna dengan potensi jangka panjang, meninggalkan opsi mahal dan kurang adaptif.

Tottenham Hotspur dikabarkan lebih memilih merekrut Eli Junior Kroupi, penyerang muda Bournemouth, daripada bintang AC Milan Rafael Leao pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menunjukkan perubahan strategi klub London Utara yang kini berani menggelontorkan dana besar untuk pemain berusia 19 tahun demi membangun fondasi jangka panjang.
Setelah menghabiskan lebih dari £185 juta untuk mendatangkan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali, Spurs masih menyisakan anggaran untuk memperkuat lini depan. Nama Leao sempat menjadi prioritas, namun performa impresif Kroupi bersama Bournemouth musim lalu membuat manajemen Roberto De Zerbi beralih fokus. Kroupi mencetak 13 gol di Premier League musim 2024/25, sebuah rekor baru untuk pemain remaja di musim debutnya.
Menurut laporan TEAMtalk, Tottenham optimistis bisa mengamankan tanda tangan Kroupi dengan banderol £90 juta. Sang pemain dikabarkan menolak tawaran PSG karena khawatir hanya menjadi pelapis di belakang Ousmane Dembélé. Sebaliknya, ia melihat proyek De Zerbi di Tottenham sebagai tempat ideal untuk terus berkembang sebagai pemain inti.
Keputusan ini tidak lepas dari kebutuhan Tottenham mencari penerus Harry Kane dan Heung-min Son yang telah hengkang. Selama dua musim terakhir, Spurs kehilangan daya gedor dan figur pemimpin di lapangan. Tonali memang mampu mengisi peran tersebut, tapi sebagai gelandang ia tidak bisa diandalkan untuk mencetak gol secara konsisten. Kroupi, dengan fleksibilitas dan naluri mencetak golnya, dianggap sebagai solusi ideal.
Analis sepak bola menilai perbandingan antara Kroupi dan Leao sangat menarik. Leao, yang kini berusia 27 tahun, telah mencetak setidaknya 10 gol dalam lima musim terakhir, namun produktivitasnya tidak jauh berbeda dengan Kroupi yang masih belia. Musim lalu, Leao mencetak 15 gol, hanya unggul dua angka dari Kroupi. Namun, Leao belum pernah merasakan kerasnya Premier League, sementara Kroupi sudah membuktikan diri mampu beradaptasi dengan cepat setelah pindah dari Ligue 2.
Dari sisi fleksibilitas, Kroupi unggul. Ia bisa diandalkan sebagai striker murni (7 gol dari 19 laga), second striker (6 gol dari 16 laga), atau sayap kiri (7 gol dari 6 laga musim sebelumnya). Kemampuan ini memberi De Zerbi banyak opsi taktis tanpa harus mengubah formasi secara drastis. Leao, meski berkualitas, lebih terbatas pada peran sayap kiri.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Kroupi menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League kini berani mengambil risiko pada pemain muda berbakat. Jika transfer ini terealisasi, Tottenham tidak hanya mendapatkan pemain dengan potensi luar biasa, tetapi juga aset yang nilainya bisa melonjak drastis dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaannya, mampukah Kroupi memenuhi ekspektasi setinggi langit dan membawa Spurs kembali ke papan atas?



