Kalah Taruhan di Piala Dunia, Norwegian Air Ganti Logo Instagram dengan British Airways
Baca dalam 60 detik
- Norwegian Air mengganti logo Instagram-nya dengan British Airways selama 24 jam setelah kalah taruhan di perempat final Piala Dunia.
- Taruhan ini viral di media sosial, melibatkan maskapai lain seperti Garuda Indonesia dan Malaysia Airlines dalam interaksi jenaka.
- Strategi pemasaran kreatif ini berhasil meningkatkan engagement hingga lebih dari 1 juta likes, menunjukkan kekuatan konten viral di era digital.

Semangat Piala Dunia tak hanya dirasakan para pemain di lapangan, tetapi juga oleh maskapai penerbangan yang saling beradu kreativitas di media sosial. Norwegian Air, maskapai asal Norwegia, harus menepati janji setelah timnas negaranya dikalahkan Inggris di babak perempat final. Sebagai bentuk kekalahan dalam taruhan, mereka mengganti foto profil Instagram-nya dengan logo British Airways selama satu hari penuh.
Taruhan ini berawal dari unggahan Norwegian Air di Instagram pada 8 Juli, tak lama setelah Norwegia memastikan diri lolos ke perempat final usai mengalahkan Brasil. Dalam unggahan tersebut, mereka menantang British Airways dengan pertanyaan, "Siap mempertaruhkan logo Anda?" British Airways pun menjawab dengan percaya diri, "Jangan membuat taruhan yang tidak bisa Anda menangkan." Komentar ini kemudian mendapat lebih dari 100.000 likes dari warganet.
Setelah Inggris menang 2-0 atas Norwegia, Norwegian Air langsung menepati janji. Mereka mengganti logo profil Instagram-nya dengan logo British Airways dan menuliskan pesan yang menyentuh. "Meskipun turnamen ini telah berakhir bagi kami, taruhan ini akan selalu hidup di hati kami. Kami berharap Inggris dan British Airways sukses di semifinal, dan semoga Anda bisa membawa pulang Piala Dunia!" tulis mereka.
Interaksi ini tidak hanya melibatkan dua maskapai tersebut. Beberapa maskapai lain ikut meramaikan kolom komentar dengan candaan khas masing-masing. Malaysia Airlines menulis, "Kami akan menonton dengan sate di satu tangan dan minuman khas di tangan lainnya." Sementara Garuda Indonesia, maskapai kebanggaan Indonesia, berkomentar, "Kami akan bersorak dengan Martebe dingin di tangan." Swiss Air, Qatar Airways, Icelandair, Air India, Skyscanner, dan Flightradar24 juga turut berpartisipasi.
Bagi Indonesia, persaingan kreatif antar maskapai ini menjadi tontonan menarik di tengah euforia Piala Dunia. Meski tidak ada tim nasional Indonesia yang berlaga, warganet Indonesia tetap antusias mengikuti perkembangan turnamen. Keterlibatan Garuda Indonesia dalam interaksi ini menunjukkan bahwa maskapai nasional pun tidak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan momen viral untuk membangun citra merek.
Setelah 24 jam, Norwegian Air mengembalikan logo aslinya dan menulis, "Akhirnya, semuanya kembali normal. Tim media sosial kami bisa beristirahat sekarang." Banyak warganet yang memuji kreativitas kedua maskapai. Seorang pengguna berkomentar, "Mereka mungkin kalah taruhan, tapi Norwegian Air memenangkan internet."
Ke depannya, tren taruhan serupa berpotensi diadopsi oleh merek-merek lain di luar maskapai, terutama yang memiliki basis penggemar fanatik. Pertanyaannya, akankah strategi pemasaran berbasis taruhan ini menjadi model baru dalam kampanye media sosial? Atau hanya akan menjadi momen sesaat yang terlupakan setelah Piala Dunia usai?



