Sciver-Brunt dan Knight Bawa Inggris ke Final Piala Dunia T20
Baca dalam 60 detik
- Nat Sciver-Brunt mencetak 75 run dari 47 bola setelah pulih dari cedera betis, memimpin Inggris ke final Piala Dunia T20.
- Inggris mencatatkan perbaikan drastis dalam fielding, yang sebelumnya menjadi kelemahan utama, dengan tangkapan kritis dan run out.
- Final melawan Australia di Lord's akan menjadi ujian terbesar bagi Inggris untuk merebut trofi pertama sejak 2017.

Inggris memastikan tiket ke final Piala Dunia T20 putri setelah menaklukkan Afrika Selatan dengan skor meyakinkan 40 run di The Oval, London, Kamis malam. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan dominasi mereka di turnamen, tetapi juga menjadi bukti nyata transformasi tim di bawah asuhan pelatih Charlotte Edwards.
Sempat tertatih-tatih di awal dengan kehilangan tiga wicket hanya dalam 23 run, Inggris bangkit berkat duet kapten Nat Sciver-Brunt dan Heather Knight. Sciver-Brunt, yang baru pulih dari cedera betis dan sempat diragukan tampil, justru menjadi bintang dengan 75 run dari 47 bola. Knight tak kalah gemilang dengan 58 run dari 47 bola. Keduanya membangun kemitraan 133 run yang menjadi fondasi kemenangan Inggris.
Namun, yang paling menonjol dari penampilan Inggris malam itu adalah sektor fielding. Selama ini dikenal sebagai titik lemah, lapangan Inggris tampil sempurna. Sophie Ecclestone melakukan dua tangkapan spektakuler, termasuk untuk menyingkirkan kapten Afrika Selatan Laura Wolvaardt. Danni Wyatt-Hodge juga mencetak run out langsung yang membuat Sinalo Jafta harus kembali ke paviliun. Lauren Bell dan Charlie Dean masing-masing mengambil dua wicket, sementara Freya Kemp tampil impresif dengan hanya kebobolan 11 run dari tiga over.
Bagi Afrika Selatan, kekalahan ini memperpanjang penantian gelar Piala Dunia. Mereka sempat memberikan perlawanan melalui Tazmin Brits yang mencetak 51 run, tetapi kehilangan wicket secara teratur membuat laju mereka terhenti di angka 129-8. Inggris, di sisi lain, tampil sebagai tim yang lebih matang dan disiplin, terutama dalam momen-momen krusial.
Kemenangan ini juga menjadi penebusan bagi Inggris setelah kegagalan di Piala Dunia T20 sebelumnya, di mana mereka tersingkir di fase grup akibat fielding buruk. Edwards, yang ditunjuk sebagai pelatih setelah periode kelam tersebut, secara perlahan membangun kembali mentalitas dan fisik tim. Hasilnya kini terlihat: Inggris melaju ke final tanpa terkalahkan.
Final akan digelar di Lord's pada hari Minggu, mempertemukan Inggris dengan Australia, tim yang telah mendominasi kriket putri dalam satu dekade terakhir. Australia datang sebagai juara bertahan dan unggulan, tetapi Inggris memiliki momentum dan dukungan penuh dari publik tuan rumah. Pertanyaan besarnya: mampukah Sciver-Brunt dan kawan-kawan mengakhiri puasa gelar sejak 2017?



