Buru Morgan Rogers, Arsenal Siap Korbankan Masa Depan Ethan Nwaneri
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menjadikan Morgan Rogers sebagai target utama lini serang musim panas ini, dengan banderol mencapai £130 juta.
- Kedatangan Rogers diprediksi mengakhiri karier Ethan Nwaneri di Emirates, setelah pemain 19 tahun itu gagal bersaing di tim utama dan masa pinjamannya di Marseille berjalan buruk.
- Kebijakan PSR membuat Arsenal lebih memilih menjual produk akademi seperti Nwaneri yang bernilai profit murni ketimbang meminjamkannya lagi.

Arsenal siap menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa, sebuah langkah yang dipastikan akan menutup pintu bagi Ethan Nwaneri untuk kembali berseragam Meriam London. Manajer Mikel Arteta mengincar pemain berusia 23 tahun itu sebagai solusi lini sayap, meski harga yang diminta Villa—dikabarkan mencapai £130 juta—masih menjadi batu sandungan.
Rogers, yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik versi PFA pada 2024/25, mencatatkan 14 gol dan 16 assist di semua kompetisi musim itu, serta 14 gol dan 12 assist di musim berikutnya. Arteta menilai pengalaman Rogers di Premier League sebagai nilai tambah yang tak tergantikan, terutama setelah Arsenal gagal mempertahankan gelar juara. Strategi transfer Arsenal musim panas ini bergeser dari sekadar menambah kedalaman menjadi mendatangkan pemain berkualitas tinggi yang langsung menjadi starter—dan Rogers masuk dalam kategori itu.
Dampak langsung dari rencana ini adalah terpinggirkannya Nwaneri, produk akademi Hale End yang sempat disebut-sebut sebagai bakat istimewa. Pada musim 2024/25, Nwaneri tampil gemilang dengan sembilan gol dari 37 pertandingan dan mendapat pujian setinggi langit dari Joe Cole yang membandingkannya dengan Lionel Messi. Namun, musim 2025/26 menjadi titik balik. Ia tak pernah menjadi starter di Premier League pada paruh pertama, lalu dipinjamkan ke Marseille. Di sana, setelah kepergian Roberto De Zerbi, ia hanya tampil tiga kali sebagai starter di Ligue 1 dan tak dimainkan sama sekali dalam empat laga terakhir.
Nasib Nwaneri kian suram karena Arsenal tengah gencar melakukan perombakan lini depan. Selain Rogers, klub juga dikaitkan dengan Bradley Barcola, Eli Junior Kroupi, dan Christos Tzolis. Kehadiran mereka akan membuat persaingan di sayap semakin ketat, apalagi Arsenal dikabarkan sudah menerima tawaran £17 juta dari Besiktas untuk Leandro Trossard. Gabriel Martinelli pun terancam kehilangan tempat, sementara Rogers yang bisa bermain sebagai gelandang serang juga mengancam menit bermain Eberechi Eze dan Martin Odegaard.
Dalam konteks regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR), menjual Nwaneri menjadi pilihan yang menggiurkan. Sebagai produk akademi, ia dianggap sebagai "pure profit" di neraca keuangan klub. Meski masih berusia 19 tahun dan memiliki potensi besar, Arsenal tampaknya lebih memilih menguangkannya sekarang ketimbang meminjamkannya lagi. Langkah ini memang pahit, namun realistis di tengah kebutuhan mendesak untuk mendatangkan pemain siap pakai yang bisa membawa Arsenal kembali ke puncak klasemen.
Bagi penggemar Arsenal, musim panas ini akan menjadi ujian kesabaran. Beberapa pemain favorit mungkin harus pergi demi ambisi besar klub. Pertanyaan besarnya: apakah mengorbankan bakat muda seperti Nwaneri demi mendatangkan Rogers adalah keputusan yang tepat, atau justru akan menjadi penyesalan di masa depan?



