Tottenham Lebih Butuh Marmoush daripada Savinho: Pemburu Gol di Tengah Revolusi De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan akan mengajukan tawaran resmi untuk merekrut Omar Marmoush dari Manchester City dengan banderol ยฃ52 juta.
- Manajer Roberto De Zerbi dinilai lebih membutuhkan seorang pencetak gol haus seperti Marmoush ketimbang kreator serangan Savinho yang minim kontribusi gol.
- Kedatangan Marmoush bisa menjadi keping terakhir setelah Spurs memperkuat lini belakang dan tengah dengan tiga rekrutan mahal musim panas ini.

Setelah kepergian Heung-min Son dan Harry Kane, Tottenham Hotspur masih terus mencari mesin gol baru. Kini, bursa transfer musim panas 2025 menjadi titik balik: klub London Utara itu dikabarkan siap melayangkan tawaran resmi untuk merekrut Omar Marmoush, penyerang sayap Manchester City yang dihargai ยฃ52 juta, sebagai prioritas utama ketimbang rekan setimnya, Savinho.
Menurut laporan Caught Offside akhir pekan lalu, Spurs telah menunjukkan minat serius terhadap pemain asal Mesir tersebut. Rencana pengajuan tawaran resmi akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, meski persaingan ketat datang dari Juventus, Aston Villa, dan sejumlah klub Bundesliga. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Roberto De Zerbi yang ingin menyegel lini depan setelah memperkuat pertahanan dan lini tengah.
Sejak ditinggal Son dan Kane, Tottenham kesulitan menemukan ujung tombak yang konsisten. Musim lalu mereka finis di peringkat ke-17, kombinasi cedera dan rapuhnya pertahanan. Kini, dengan kedatangan bek Jan Paul van Hecke, gelandang Mateus Fernandes, dan Sandro Tonali yang nilainya mencapai ยฃ100 juta, De Zerbi mulai membangun kembali tulang punggung tim. Namun, satu posisi masih menganga: seorang penyerang yang bisa diandalkan untuk mencetak gol secara reguler.
Di antara dua pemain City yang dikaitkan, Savinho memang kreator ulung dengan 13 assist musim lalu. Namun, De Zerbi dinilai sudah memiliki cukup kreativitas dari James Maddison, Mohammed Kudus, dan Xavi Simons yang akan pulih cedera. Kebutuhan mendesak Tottenham justru pada pemain yang bisa menyelesaikan peluang. Marmoush, yang mampu bermain di kedua sayap, sebagai second striker, atau ujung tombak tunggal, menawarkan fleksibilitas dan ketajaman yang langka.
Musim 2024/25 menjadi bukti kapasitas Marmoush. Sebelum pindah ke City pada Januari, ia tampil luar biasa bersama Eintracht Frankfurt dengan 15 gol dalam 17 laga Bundesliga. Setelah bergabung dengan The Citizens, ia tetap produktif dengan 7 gol dari 16 penampilan Premier League, meski lebih sering menjadi pelapis Erling Haaland. Sebaliknya, Savinho hanya mencetak 7 gol dalam 84 pertandingan untuk Cityโsebuah kontras yang mencolok.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan striker seperti Marmoush mengingatkan pada pentingnya memiliki predator di kotak penalti. Di Liga 1, klub-klub seperti Persib Bandung atau Persija Jakarta juga kerap kesulitan ketika kehilangan pencetak gol andalan. Kasus Tottenham bisa menjadi pelajaran: membangun tim dari belakang dan tengah saja tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang tajam.
Jika transfer Marmoush terwujud, Spurs akan memiliki lini depan yang lebih seimbang. Namun, pertanyaan besarnya: mampukah pemain berusia 27 tahun itu beradaptasi dengan tekanan sebagai ujung tombak utama, atau justru kembali menjadi bayang-bayang Haaland? Musim depan akan menjadi jawabannya.



