Rangnick Tantang Austria Jadi ‘Underdog’ Berbahaya di Hadapan Spanyol
Baca dalam 60 detik
- Austria akan menghadapi juara Eropa Spanyol di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah lolos dramatis berkat gol penyeimbang di menit akhir melawan Aljazair.
- Pelatih Ralf Rangnick menyebut timnya sebagai underdog berat, tetapi percaya semangat juang yang ditunjukkan bisa menjadi kunci untuk mengejutkan Spanyol yang belum kebobolan satu gol pun.
- Kemenangan atas Spanyol akan membuka peluang Austria bertemu Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo di babak berikutnya, menjadikan laga ini sebagai misi ‘nothing to lose’.

Pelatih tim nasional Austria, Ralf Rangnick, dengan jujur mengakui timnya tidak diunggulkan saat berhadapan dengan juara Eropa Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Los Angeles. Namun, di balik pengakuan itu, ia menegaskan bahwa anak asuhnya siap memberikan perlawanan habis-habisan untuk menciptakan kejutan.
“Kami adalah underdog besar. Mungkin kami akan kalah tujuh, delapan, atau sembilan kali dari sepuluh pertandingan melawan Spanyol. Kami harus memastikan pertandingan ini bukan yang kesepuluh,” ujar Rangnick dalam konferensi pers. Austria sendiri baru saja melewati laga grup yang dramatis, bermain imbang 3-3 dengan Aljazair setelah tertinggal hingga menit ke-93. Gol penyeimbang Sasa Kalajdzic di masa injury time membuat skuad Austria melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1982.
Spanyol, yang belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini, menjadi lawan yang sangat berat. Namun, Rangnick menekankan bahwa timnya tidak memiliki beban. “Kami sudah menghadapi juara dunia Argentina di grup, dan sekarang juara Eropa. Jika kami bisa menang, Cristiano Ronaldo dan Portugal mungkin menunggu di laga berikutnya. Kami tidak punya apa-apa untuk hilang, tapi segalanya untuk diraih,” tambahnya.
Kapten Austria, David Alaba, mengakui bahwa momen dramatis di Kansas City akan tercatat dalam sejarah. “Kami sudah membereskan tas secara mental, lalu Sasa mencetak gol. Itu adalah roller coaster emosional yang luar biasa,” kata Alaba. Ia juga menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi Spanyol yang memiliki pemain seperti Lamine Yamal. “Kami tahu kualitas mereka, tapi kami juga punya kekuatan sendiri. Jika kami bisa menampilkan yang terbaik, bukan tidak mungkin kami bisa menang.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim yang dianggap lemah bisa bersaing di panggung terbesar. Semangat pantang menyerah Austria bisa menjadi inspirasi bagi tim-tim Asia yang kerap menjadi underdog di turnamen global. Selain itu, potensi pertemuan Austria dengan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo tentu menjadi tontonan yang dinantikan.
Rangnick, yang genap berusia 68 tahun dua hari setelah pertandingan melawan Aljazair, mengaku bahwa hasil imbang dramatis itu adalah kado ulang tahun terbaik. Namun, hadiah sesungguhnya akan datang jika Austria mampu mengalahkan Spanyol. “Kami harus berlari dan sprint seperti hidup kami bergantung padanya. Kami akan memberikan segalanya,” tegasnya.
Pertandingan antara Austria dan Spanyol akan menjadi ujian sejauh mana semangat juang bisa mengimbangi kualitas individu. Mampukah Austria menulis ulang sejarah, atau Spanyol akan terus melaju tanpa kebobolan? Jawabannya akan terungkap di Los Angeles.



