Mbappe Kokoh di Puncak: 10 Gol Fase Gugur Piala Dunia, Rekor yang Sulit Tersentuh
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe memimpin daftar pencetak gol terbanyak fase gugur Piala Dunia sepanjang masa dengan 10 gol, unggul dua gol dari legenda Brasil Leonidas dan Ronaldo.
- Dari 19 pemain yang mencetak minimal lima gol di fase gugur, hanya Mbappe yang masih aktif dan berpotensi menambah pundi-pundi golnya di turnamen mendatang.
- Rekor ini menyoroti dominasi pemain modern di panggung terbesar, sekaligus mengingatkan bahwa performa di momen krusial menjadi pembeda status legenda.

Kylian Mbappe resmi memegang rekor pencetak gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia setelah mengoleksi 10 gol dari sembilan pertandingan, melampaui legenda Brasil Leonidas dan Ronaldo yang sama-sama mengemas delapan gol. Capaian ini menegaskan peran sang penyerang Prancis sebagai mesin gol paling mematikan di laga-laga hidup mati turnamen empat tahunan tersebut.
Data FIFA yang diperbarui hingga 2 Juli 2026 menunjukkan Mbappe unggul dua gol dari Leonidas (8 gol dalam 5 laga) dan Ronaldo (8 gol dalam 10 laga). Di posisi keempat, Just Fontaine, Vava, Oldrich Nejedly, dan Pele berbagi catatan tujuh gol. Menariknya, dari 19 pemain yang pernah mencetak minimal lima gol di fase gugur, hanya Mbappe yang masih berstatus aktif dan berusia di bawah 30 tahun, membuka peluang untuk memperlebar jarak.
Performa Mbappe di fase gugur terbilang konsisten. Pada Piala Dunia 2018 ia mencetak tiga gol dalam empat laga, termasuk satu gol di final melawan Kroasia. Empat tahun kemudian, ia melesakkan lima gol dalam empat pertandingan, dengan trigol spektakuler di final melawan Argentina. Pada edisi 2026, ia sudah mengoleksi dua gol hanya dalam satu laga fase gugur, melawan Swedia. Rata-rata golnya mencapai 1,11 per pertandingan, tertinggi kedua setelah Just Fontaine (2,33) namun dengan jumlah laga yang lebih banyak.
Rekor ini juga menyoroti perubahan karakter turnamen. Pada era 1930-an, format kompetisi sepenuhnya sistem gugur, sehingga pemain seperti Leonidas dan Fontaine memiliki lebih banyak kesempatan mencetak gol. Namun, sejak diperkenalkannya babak grup, jumlah pertandingan fase gugur berkurang, membuat pencapaian Mbappe kian istimewa. Dari sisi lain, Lionel Messi dan Miroslav Klose yang sama-sama mengoleksi lima gol membutuhkan 12 dan 14 laga, menunjukkan efisiensi Mbappe jauh lebih tinggi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, daftar ini menjadi pengingat bahwa momen-momen genting di Piala Dunia kerap melahirkan pahlawan baru. Meski tak ada pemain Asia dalam daftar, catatan ini bisa menjadi tolok ukur bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menembus panggung dunia. Turnamen seperti Piala Dunia U-20 dan kualifikasi Piala Dunia menjadi ajang pembuktian, meski jalan menuju fase gugur masih panjang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah mampukah Mbappe mempertahankan konsistensinya di Piala Dunia 2030? Dengan usia yang masih memungkinkan untuk tampil di dua edisi berikutnya, bukan tidak mungkin ia akan menciptakan rekor yang benar-benar sulit dikejar. Sementara itu, pemain seperti Harry Kane (5 gol) dan Thomas Muller (5 gol) masih berpeluang menambah koleksi, namun jarak dengan Mbappe sudah cukup lebar.



