Atletico Madrid Siapkan €30 Juta untuk Rebut Striker Masa Depan Italia
Baca dalam 60 detik
- Klub La Liga, Atletico Madrid, dikabarkan telah memulai negosiasi dengan Club Brugge untuk merekrut Nicolò Tresoldi dengan banderol €30 juta.
- Penyerang berusia 21 tahun itu masih belum menentukan pilihan tim nasional antara Italia dan Jerman, meski telah tampil impresif di level U-21 Jerman.
- Ketertarikan Atletico Madrid memicu persaingan dengan sejumlah klub Eropa, termasuk Como dan Bayer Leverkusen, yang juga memantau situasi sang pemain.

Atletico Madrid dikabarkan telah membuka negosiasi dengan Club Brugge untuk mengamankan jasa Nicolò Tresoldi, striker muda potensial yang juga menjadi incaran sejumlah klub Eropa. Nilai transfer yang disiapkan mencapai €30 juta, angka yang mencerminkan performa gemilang pemain berusia 21 tahun itu di Liga Belgia.
Tresoldi, yang lahir di Cagliari, Italia, namun besar di Jerman, memiliki status dwi-kewarganegaraan yang membuatnya bisa membela salah satu dari dua negara raksasa sepak bola tersebut. Meski telah memperkuat tim muda Jerman di berbagai level—dengan catatan 12 gol dalam 24 penampilan bersama U-21—ia belum mengambil keputusan final soal tim nasional senior. Situasi ini membuka peluang bagi pelatih anyar Italia untuk memanggilnya pada laga Nations League September mendatang.
Kepindahan Tresoldi ke Atletico Madrid akan menjadi lompatan besar dalam kariernya. Sejak bergabung dengan Club Brugge dari Hannover 96 setahun lalu dengan biaya €7,5 juta, ia menjelma menjadi mesin gol: 23 gol dan 9 assist dalam 58 pertandingan kompetitif. Ketajamannya di depan gawang membuat klub asal Belgia itu memasang harga mahal, setidaknya €30 juta, untuk melepasnya.
Persaingan merebut Tresoldi diprediksi ketat. Selain Atletico Madrid, Como dan Bayer Leverkusen juga dikaitkan dengan sang pemain. Beberapa bulan lalu, AC Milan dan Arsenal sempat disebut-sebut tertarik, namun belum ada langkah konkret. Kini, Atletico Madrid tampil sebagai yang terdepan dengan memulai negosiasi langsung dengan pemain dan agennya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tresoldi menarik untuk diikuti karena ia mewakili fenomena pemain diaspora yang lahir di satu negara namun besar di negara lain. Kasus serupa kerap terjadi di Indonesia, di mana pemain keturunan menjadi rebutan antara PSSI dan negara lain. Tresoldi bisa menjadi contoh bagaimana keputusan karier dan nasionalisme seringkali berjalan beriringan dengan pertimbangan profesional.
Ke depannya, langkah Tresoldi akan menjadi ujian bagi Club Brugge dalam mempertahankan aset berharganya. Jika transfer jadi terjadi, Atletico Madrid mendapatkan striker muda yang siap bersaing di La Liga dan Liga Champions. Pertanyaannya, akankah Tresoldi memilih Italia atau Jerman? Atau justru kepindahan ke Spanyol akan memengaruhi keputusan nasionalnya?



