Mbappe Memuncaki Peringkat FIFA, Olise Kokoh di Kreativitas
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe naik ke posisi teratas peringkat menyerang FIFA Power Rankings usai mencetak dua gol ke gawang Swedia.
- Michael Olise memperlebar jarak di kategori kreativitas dengan torehan lima assist, terbanyak di turnamen.
- Casemiro memimpin kategori bertahan berkat penampilan solidnya saat Brasil membalikkan keadaan atas Jepang.

Kylian Mbappe resmi menempati puncak peringkat menyerang FIFA Power Rankings edisi terbaru, sementara Michael Olise semakin kokoh di posisi terdepan kategori kreativitas. Kedua pemain Prancis itu menjadi motor kemenangan telak 3-0 atas Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, yang tercermin dalam data analitik canggih yang digunakan FIFA.
FIFA Power Rankings, yang didukung oleh Aramco, mengukur performa pemain berdasarkan tiga kategori: menyerang, kreativitas, dan bertahan. Dalam laga melawan Swedia, Prancis mendominasi dengan menempatkan tujuh pemain di sepuluh besar skor menyerang, delapan di skor bertahan, dan enam di skor kreatif. Mbappe mencatatkan skor tertinggi di antara semua pemain (9,1) berkat empat tembakan tepat sasaran, sembilan dribel sukses, dan dua gol. Satu golnya menjadi pembuka keunggulan Prancis, sekaligus membawanya memuncaki perburuan Sepatu Emas adidas.
Olise, yang sebelumnya sudah memimpin kategori kreativitas, semakin menjauh dari pesaing terdekatnya—yang tak lain adalah rekan setimnya, Mbappe—dengan selisih 0,78 poin. Gelandang serang itu mencatatkan skor kreativitas tertinggi di pertandingan (8,6) berkat aksi progresifnya, keterlibatan dalam peluang gol, dan dukungannya di sepertiga akhir lapangan. Olise menjadi penghubung utama Prancis di area tengah, selalu siap menerima bola, membawa tim ke depan, dan menciptakan peluang. Ia kini mengoleksi lima assist, terbanyak di turnamen, termasuk umpan untuk gol kedua Mbappe dan gol Bradley Barcola. Momen spektakuler lainnya adalah sepakan saltonya yang membentur tiang gawang.
Di sisi lain, Casemiro menjadi pemimpin baru di kategori bertahan setelah penampilan gemilangnya saat Brasil membalikkan keadaan melawan Jepang. Gelandang veteran itu mencetak gol penyeimbang lewat sundulan, namun kontribusi defensifnya yang paling menonjol. Ia mencatatkan skor bertahan 8,0 berkat empat sapuan, tiga blok sukses, dua tekel, dan tujuh penguasaan bola. Casemiro juga berperan menjaga keseimbangan tim, menjadi gelandang terdalam di babak pertama dan mengganggu serangan Jepang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa para bintang ini menjadi tontonan menarik, terutama dengan makin ketatnya persaingan di babak gugur. Peringkat FIFA Power Rankings bisa menjadi acuan untuk melihat pemain mana yang sedang on fire, sekaligus bahan diskusi di komunitas sepak bola tanah air. Turnamen ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi pemain-pemain yang mungkin akan merumput di Indonesia suatu hari nanti.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Mbappe dan Olise mampu mempertahankan performa puncak mereka saat menghadapi lawan yang lebih tangguh. Sementara Casemiro, yang sudah berusia 33 tahun, membuktikan bahwa pengalaman dan kecerdasan bermain masih menjadi senjata ampuh di level tertinggi. Akankah ada pemain lain yang mampu menyalip mereka di peringkat selanjutnya?



