Senegal Sambut Fase Gugur Piala Dunia 2026: 'Kompetisi Baru' Lawan Belgia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menyebut laga kontra Belgia di babak 32 besar sebagai awal turnamen yang berbeda, setelah timnya nyaris tersingkir di fase grup.
- Senegal lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik setelah menang telak 5-0 atas Irak, menutup dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia.
- Ketidakhadiran kiper utama Edouard Mendy karena cedera menjadi ujian bagi lini belakang Senegal menghadapi serangan Belgia yang diwaspadai.

Pelatih Senegal, Pape Bouna Thiaw, menegaskan bahwa pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia adalah sebuah kompetisi yang sepenuhnya baru, terlepas dari perjuangan berat timnya di fase grup. Menurut Thiaw, tekanan dan dinamika fase gugur tidak bisa disamakan dengan babak penyisihan, sehingga timnya siap memulai lagi dari awal.
Senegal nyaris tersingkir lebih awal setelah menelan dua kekalahan beruntun di Grup I. Mereka takluk 3-1 dari Prancis dan 3-2 dari Norwegia, dengan total enam gol bersarang di gawang mereka. Namun, kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga pamungkas membawa Les Lions de la Tรฉranga lolos sebagai peringkat ketiga terbaik kedelapan, unggul selisih gol dari Iran. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan mental baja skuad asuhan Thiaw yang tidak menyerah meski berada di tepi jurang.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, justru memberikan pujian kepada Senegal. Ia menyebut tim asal Afrika Barat itu sebagai tim peringkat ketiga terkuat yang lolos ke babak gugur. Garcia mengakui bahwa Senegal memiliki potensi besar untuk mengejutkan, terutama setelah melihat performa mereka saat menghajar Irak. โMereka tim berbahaya, dengan kecepatan dan fisik yang luar biasa,โ ujar Garcia dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Thiaw sendiri tidak menampik bahwa awal turnamen timnya kurang meyakinkan. Namun, ia menilai kekalahan dari Prancis dan Norwegia lebih disebabkan oleh kesalahan individu, bukan kelemahan fundamental. โGol yang kami kebobolan banyak terkait kesalahan individu. Saat melawan tim sekelas Prancis dan Norwegia, Anda tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu,โ kata Thiaw. Ia menambahkan bahwa timnya telah bekerja keras memperbaiki aspek tersebut jelang laga kontra Belgia.
Senegal harus menghadapi Belgia tanpa kiper utama Edouard Mendy yang mengalami cedera saat melawan Norwegia. Mendy sempat kembali ke klubnya, Al-Ahli, untuk pemulihan dan baru akan bergabung kembali dengan skuad pada malam sebelum pertandingan. Thiaw memastikan Mendy belum fit untuk bermain, namun kehadirannya diharapkan bisa memberikan semangat tambahan bagi rekan setimnya. Posisi kiper kemungkinan besar akan kembali diisi oleh Mory Diaw, yang tampil gemilang saat menggantikan Mendy di laga kontra Irak.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga Senegal vs Belgia menyajikan tontonan menarik karena kedua tim memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Senegal, dengan pemain-pemain seperti Sadio Mane (meski tidak disebutkan di artikel asli), kerap menjadi favorit karena gaya bermain atraktif. Sementara Belgia, yang sempat menjadi langganan peringkat satu dunia, tengah dalam masa transisi setelah generasi emasnya mulai memudar. Pertandingan ini juga bisa menjadi referensi bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di turnamen internasional, terutama dalam hal manajemen tekanan di fase gugur.
Thiaw mencontohkan kegagalan Belanda yang tersingkir oleh Maroko melalui adu penalti di babak 16 besar sebagai pengingat bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan. โBukan karena Anda finis teratas di grup, Anda tidak akan tersingkir,โ tegasnya. Sikap ini menunjukkan bahwa Senegal tidak gentar menghadapi Belgia yang di atas kertas lebih diunggulkan.
Pertandingan antara Senegal dan Belgia dijadwalkan berlangsung di Toronto, Kanada, pada Rabu (30/6) waktu setempat. Siapa pun yang melaju, satu hal pasti: fase gugur Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa tidak ada tim yang aman, dan kejutan selalu menanti.



