Buru Bek Chelsea, Inter dan Como Kirim Tim Negosiasi ke Italia
Baca dalam 60 detik
- Agen Trevoh Chalobah tiba di Italia untuk merundingkan transfer ke Inter Milan atau Como.
- Inter Milan menjadikan Chalobah target utama lini belakang setelah beralih dari Oumar Solet.
- Chelsea telah menolak tawaran awal Como, namun Inter belum mengajukan proposal resmi.

Persaingan dua klub Serie A, Inter Milan dan Como, untuk mendapatkan bek Chelsea Trevoh Chalobah memasuki babak baru. Agen pemain berusia 25 tahun itu dikabarkan telah tiba di Italia untuk melakukan pembicaraan langsung dengan kedua klub, menandai langkah maju dalam negosiasi transfer yang sempat menemui jalan buntu.
Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, perwakilan Chalobah sudah berada di Italia dan menggelar pertemuan terpisah dengan manajemen Inter dan Como. Langkah ini diambil setelah Chelsea menolak tawaran awal dari Como, yang dilatih legenda Barcelona Cesc Fabregas. Meski demikian, Inter yang juga membutuhkan tambahan tenaga di lini pertahanan justru muncul sebagai pesaing serius.
Inter Milan sendiri sudah lama memantau perkembangan Chalobah. Direktur olahraga Inter, Piero Ausilio, disebut-sebut telah menjadikan pemain jebolan akademi Chelsea itu sebagai target prioritas sejak beberapa bursa transfer lalu. Sebelumnya, Inter sempat mendekati bek Udinese, Oumar Solet, namun pembicaraan dengan pemain asal Prancis itu mandek dalam beberapa pekan terakhir. Kini, Chalobah menjadi opsi utama untuk memperkuat pertahanan Nerazzurri.
Ketertarikan Chalobah untuk bermain di Serie A bukanlah rahasia. Pemain yang pernah dipinjamkan ke Crystal Palace itu dikabarkan sangat antusias menjajal kompetisi Italia. Keinginan ini menjadi modal bagi Inter dan Como untuk terus bernegosiasi, meski Chelsea diposisi kuat sebagai penjual. The Blues dikabarkan membanderol Chalobah dengan harga yang tidak murah, mengingat kontraknya masih tersisa hingga 2028.
Bagi Inter, merekrut Chalobah akan menjadi solusi jangka panjang di lini belakang yang mulai menua. Saat ini, Inter masih mengandalkan Francesco Acerbi (36 tahun) dan Stefan de Vrij (32 tahun) sebagai duet utama. Kehadiran Chalobah yang masih muda dan memiliki pengalaman di Premier League diharapkan bisa memberikan persaingan sekaligus regenerasi. Sementara itu, Como yang baru kembali ke kasta tertinggi setelah 21 tahun, melihat Chalobah sebagai investasi prestise untuk menarik perhatian pemain lain.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Italia mulai berani bersaing dengan Premier League dalam merekrut pemain muda berbakat. Jika Chalobah jadi pindah, ia akan menjadi salah satu dari sedikit pemain Inggris yang berkarier di Serie A, fenomena yang jarang terjadi dalam satu dekade terakhir. Hal ini bisa membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih dilirik klub Eropa jika performa di liga domestik konsisten.
Meski negosiasi masih panjang, langkah agen Chalobah ke Italia menandakan bahwa transfer ini memiliki peluang besar untuk terwujud. Pertanyaannya, akankah Inter segera mengajukan tawaran resmi atau Como akan kembali dengan proposal yang lebih menarik? Keputusan Chelsea pun akan menjadi kunci: melepas pemain yang jarang dimainkan atau mempertahankannya sebagai cadangan?



