Barcelona dan Manchester United Hanya Melirik: Masa Depan Rafael Leao Masih Mengambang
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mematok harga minimal €60 juta untuk Rafael Leao, namun belum ada satu pun tawaran resmi yang masuk.
- Klub-klub top Eropa seperti Barcelona, Manchester United, dan Tottenham baru sebatas penjajakan awal, tanpa langkah konkret.
- Leao menolak tawaran dari Liga Arab Saudi dan Turki, bersikeras hanya ingin pindah ke kompetisi elite Eropa.

AC Milan telah mengambil keputusan tegas untuk melepas bintang sayapnya, Rafael Leao, pada bursa transfer musim panas ini dengan banderol minimal €60 juta. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun klub yang mengajukan proposal resmi—baik dari Barcelona, Manchester United, maupun Tottenham—yang membuat masa depan pemain asal Portugal itu masih diselimuti ketidakpastian.
Keputusan Milan untuk menjual Leao bukanlah tanpa alasan. Dilansir dari Gazzetta dello Sport dan Sky Sport, manajemen Rossoneri berharap performa Leao di Piala Dunia 2026 dapat meningkatkan nilai jualnya. Pemain berusia 26 tahun itu telah mencatatkan satu gol dan satu assist di turnamen empat tahunan tersebut, sekaligus menegaskan keinginannya untuk mencari tantangan baru di musim panas ini.
Kontrak Leao di San Siro masih berlaku hingga 2028 dengan klausul rilis sebesar €175 juta. Namun, menurut Tuttosport, pemilik klub Gerry Cardinale mulai jenuh dengan sikap sang pemain dan lebih memprioritaskan perpanjangan kontrak Christian Pulisic. Situasi ini membuat Milan semakin agresif dalam mencari pembeli, meski respons dari klub-klub peminat masih setengah hati.
Gazzetta melaporkan bahwa Barcelona dan Manchester United baru sebatas melakukan pendekatan awal, sementara Tottenham justru ditawari Leao oleh agennya dan masih dalam tahap evaluasi kebutuhan di sisi kiri serangan. Ketiga klub tersebut belum menunjukkan keseriusan untuk menebus harga yang diminta Milan, apalagi dengan adanya persaingan dari klub-klub lain di Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mencerminkan pergeseran kekuatan di pasar transfer. Klub-klub besar kini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan dana besar, terutama setelah beberapa musim terakhir mengalami kegagalan investasi. Leao, yang dikenal dengan kecepatan dan dribelnya, memang memiliki kualitas untuk menjadi pembeda, namun konsistensinya masih dipertanyakan.
Di sisi lain, keputusan Leao untuk menolak tawaran dari Liga Arab Saudi dan Turki menunjukkan ambisinya untuk tetap bermain di level tertinggi Eropa. Namun, jika tidak ada klub yang bergerak cepat, bukan tidak mungkin Milan harus menurunkan harga atau Leao bertahan satu musim lagi dengan situasi yang kurang ideal.
Dengan jendela transfer musim panas yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: akankah ada klub yang berani mengambil risiko untuk Leao, ataukah pemain Portugal ini harus bersabar menunggu hingga menit-menit akhir bursa?



