Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Norwegia, Debut Knockout Bersejarah di Dallas
Baca dalam 60 detik
- Pantai Gading akan melakoni laga knockout Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka saat berhadapan dengan Norwegia di Dallas, dengan striker Inter Ange-Yoan Bonny sebagai ujung tombak.
- Norwegia mengandalkan trio mematikan Erling Haaland, Martin Ødegaard, dan Alexander Sørloth, namun pertahanan mereka yang rapuh telah kebobolan tujuh gol sejauh ini.
- Laga ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua kekuatan berbeda: pengalaman knockout Pantai Gading yang minim melawan ancaman ofensif Norwegia yang haus gol.

Pantai Gading dan Norwegia akan saling sikut di Stadion AT&T, Dallas, sore ini, memperebutkan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Bagi tim Afrika itu, laga ini menjadi momen bersejarah: pertama kalinya mereka menapaki fase gugur turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Pelatih Emerse Faé memasang formasi ofensif dengan Ange-Yoan Bonny sebagai ujung tombak. Bonny, yang musim lalu membawa Inter Milan meraih double winner Serie A dan Coppa Italia, baru saja beralih kewarganegaraan sepak bola dari Prancis ke Pantai Gading. Kehadirannya di lini depan diharapkan mampu membongkar pertahanan Norwegia yang dikenal rapuh.
Di sisi lain, Norwegia datang dengan kekuatan penuh. Pelatih Ståle Solbakken mengistirahatkan Erling Haaland saat melawan Prancis di laga sebelumnya, dan kini sang bomber tajam siap kembali menghuni starting XI. Haaland akan didukung oleh kapten Martin Ødegaard yang kreatif dan Alexander Sørloth, striker yang dikaitkan dengan Juventus. Namun, catatan pertahanan Norwegia cukup memprihatinkan: sudah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan fase grup.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena memperlihatkan bagaimana tim-tim non-unggulan mampu bersaing di panggung global. Pantai Gading, yang identik dengan gaya bermain fisik dan cepat, harus menghadapi Norwegia yang mengandalkan serangan balik cepat lewat Haaland. Pertarungan di lini tengah antara Franck Kessié dan Sander Berge juga diprediksi menjadi kunci.
Menurut analis sepak bola internasional, kelemahan terbesar Norwegia terletak pada pertahanan yang kerap lengah. “Mereka punya lini depan kelas dunia, tetapi jika tidak segera memperbaiki koordinasi di belakang, Pantai Gading bisa memanfaatkannya,” ujar pengamat sepak bola Eropa. Sementara itu, Pantai Gading mengandalkan kecepatan sayap Nicolas Pépé dan kreativitas gelandang serang mereka.
Susunan pemain yang diturunkan menunjukkan kedua tim bermain terbuka. Pantai Gading menurunkan Fofana di bawah mistar, dengan lini belakang Doué, Kossounou, Agbadou, dan Konan. Di lini tengah, Kessié, Sangaré, dan Oulaï siap mendistribusikan bola. Sementara Norwegia mengandalkan Nyland sebagai kiper, dengan Heggem, Ajer, Holmgren Pedersen, dan Møller Wolfe di pertahanan. Lini tengah diisi Berge dan Berg, sedangkan trio Nusa, Ødegaard, dan Sørloth mendukung Haaland di depan.
Dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Mampukah Pantai Gading memanfaatkan momen bersejarah ini, atau justru Norwegia yang akan melaju berkat ketajaman Haaland? Jawabannya akan terungkap dalam 90 menit ke depan.



