Piala Dunia 2026: Mentor Jepang Minamino Percaya Diri Kalahkan Brasil Lagi
Baca dalam 60 detik
- Takumi Minamino, yang cedera dan tak bermain, tetap optimistis Jepang bisa mengalahkan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Minamino menjadi pahlawan kemenangan persahabatan Jepang atas Brasil 3-2 pada Oktober lalu, dan yakin pola underdog bisa terulang.
- Semangat tim Jepang juga terangkat oleh rekor Yuto Nagatomo yang tampil di Piala Dunia kelima berturut-turut dan progres pemulihan Takefusa Kubo.

Takumi Minamino, penyerang AS Monaco yang cedera dan hanya berperan sebagai mentor non-pemain, percaya Jepang mampu mengulang kejutan saat berhadapan dengan Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senin (28/6) waktu setempat. Keyakinan itu didasari oleh kemenangan bersejarah 3-2 dalam laga uji coba di Tokyo, Oktober lalu, di mana gol Minamino di babak kedua menjadi titik balik kebangkitan Samurai Blue.
Minamino, 31 tahun, mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut kirinya pada Desember lalu dan harus menepi dari lapangan. Meski demikian, ia tetap mendampingi skuad Jepang di Nashville, Tennessee, sambil menjalani pemulihan. Perannya kini lebih sebagai penasihat, khususnya di posisi gelandang serang yang biasa ia tempati. Ia juga menunjukkan dedikasi dengan membersihkan sepatu rekan setim bersama mantan kapten Maya Yoshida, yang juga menjadi anggota pendukung non-pemain.
Keyakinan Minamino bukan tanpa dasar. Dalam laga uji coba melawan Brasil, Jepang tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan. "Jika kami bermain dengan mentalitas underdog seperti biasa, saya yakin kami bisa membuat sesuatu terjadi di pertandingan sekali ini," ujar Minamino di pusat latihan Jepang dekat Nashville, Jumat (25/6). Pernyataan itu mencerminkan semangat tim yang tidak gentar meski menghadapi tim raksasa lima kali juara dunia.
Moral tim juga terangkat berkat pencapaian Yuto Nagatomo. Bek berusia 39 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti saat Jepang mengalahkan Swedia pada Kamis (24/6), mencatatkan penampilan kelima berturut-turut di Piala Dunia—sebuah rekor baru bagi Jepang. Minamino memuji Nagatomo sebagai pemain yang selalu memberikan energi, terutama dengan vokalnya saat latihan. "Dia legenda sejati, dan saya, seperti rekan setim lainnya, tersentuh saat dia masuk ke lapangan," kata Minamino.
Kabar baik lainnya datang dari kondisi Takefusa Kubo, yang cedera saat laga pembuka Grup F melawan Belanda. Kubo dilaporkan menunjukkan perkembangan positif dalam pemulihannya. "Dia sangat bersemangat, jadi tidak perlu dorongan dari saya. Semua orang percaya kami akan menyambutnya kembali di fase gugur, dan dia menjalani rehabilitasi dengan keyakinan yang sama," ungkap Minamino.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan Jepang vs Brasil ini bisa menjadi tontonan menarik untuk melihat sejauh mana perkembangan sepak bola Asia. Jika Jepang mampu mengalahkan Brasil, hal itu akan menjadi bukti bahwa kesenjangan antara tim Asia dan raksasa Amerika Selatan semakin menipis. Pelajaran dari pendekatan underdog Jepang—kerja sama tim, disiplin, dan pantang menyerah—bisa menjadi inspirasi bagi tim nasional Indonesia yang tengah membangun skuad kompetitif.
Pertandingan di Houston ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Jepang. Bisakah mereka mengulang kejutan seperti di Tokyo? Ataukah Brasil akan menunjukkan kelasnya sebagai favorit juara? Jawabannya akan diketahui Senin dini hari nanti.



