Arteta Paksa Arsenal Caplok Morgan Rogers: Tawaran Raksasa Disiapkan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal siapkan tawaran besar untuk Morgan Rogers, dengan Arteta secara pribadi mendorong transfer ini.
- Villa membanderol Rogers £100 juta, menjadikannya salah satu pembelian termahal Arsenal.
- Kedatangan Rogers bisa mengancam posisi Martinelli, yang performanya menurun musim lalu.

Mikel Arteta mengambil kendali penuh dalam upaya Arsenal mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa, dengan instruksi tegas kepada petinggi klub dan agen pemain untuk merealisasikan transfer tersebut. Manajer asal Spanyol itu dikabarkan telah menyampaikan secara langsung betapa tingginya penilaiannya terhadap pemain berusia 23 tahun tersebut, yang kini tengah membela Timnas Inggris di Piala Dunia.
Arsenal bersaing ketat dengan Chelsea yang juga ngotot memboyong Rogers. Namun, The Gunners mulai mengambil langkah konkret dengan menyusun tawaran perdana. Meski demikian, kesepakatan kemungkinan baru akan terjadi setelah Piala Dunia usai, mengingat Rogers menjadi bagian penting skuad Gareth Southgate yang baru saja memastikan diri lolos ke fase gugur sebagai juara Grup L.
Kebutuhan Arsenal akan amunisi baru di lini depan semakin mendesak. Masa depan Gabriel Jesus masih belum jelas, sementara Gabriel Martinelli mulai dilirik Newcastle United yang sudah membuka negosiasi. Martinelli sendiri hanya mencetak satu gol Premier League dalam 30 penampilan musim lalu, jauh dari ekspektasi sebagai penggawa tetap di sisi kiri. Rogers, yang produktif dengan torehan 7 assist musim lalu—lebih banyak dari pemain Arsenal mana pun—dianggap sebagai solusi ideal.
Namun, harga yang dipatok Aston Villa mencapai £100 juta bisa menjadi batu sandungan. Jika jadi terealisasi, Rogers akan menjadi salah satu pembelian termahal dalam sejarah Arsenal. Meski begitu, menurut laporan TEAMtalk, Arsenal telah memberi sinyal keseriusan dengan menyatakan kesediaan mengeluarkan dana besar, dan Arteta menjadi motor utama di balik rencana ini.
Kendati demikian, tidak semua pihak yakin bahwa Rogers adalah jawaban tepat. Analis Sky Sports, Dougie Critchley, mengungkapkan keraguannya. "Jangan salah paham, Rogers pemain luar biasa... tapi saya akan terkejut jika Arsenal kembali merekrut tipe hybrid sayap/gelandang serang setahun setelah mendatangkan Eze, apalagi dengan banderol minimal £80 juta. Jika saya jadi mereka, saya akan mencari ancaman di belakang yang lebih tradisional," ujarnya. Rogers memang lebih sering beroperasi di tengah—20 kali starter sebagai gelandang serang di Premier League musim lalu—posisi yang sudah dihuni Martin Odegaard dan Eberechi Eze.
Alternatif yang lebih masuk akal, menurut Critchley, adalah Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Pemain sayap kiri murni asal Prancis itu mencetak 11 gol Ligue 1 musim lalu dan masuk dalam daftar target utama Arsenal. Perdebatan pun muncul: apakah Arsenal lebih membutuhkan pemain serbabisa seperti Rogers atau spesialis sayap seperti Barcola?
Keputusan Arsenal dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi ujian bagi strategi transfer Arteta. Apakah ia akan tetap ngotot memboyong pemain idamannya meski harus membayar mahal, atau beralih ke opsi yang lebih sesuai kebutuhan taktis? Jawabannya akan menentukan arah persaingan The Gunners di musim depan.



