Cabo Verde Cetak Sejarah: Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Sekali Menang
Baca dalam 60 detik
- Cabo Verde menjadi negara ketiga terkecil yang lolos ke fase gugur Piala Dunia, setelah menahan imbang Arab Saudi 0-0.
- The Blue Sharks mengulang pencapaian Chile 1998 dengan melaju dari fase grup tanpa kemenangan, berkat tiga hasil imbang.
- Di babak 16 besar, Cabo Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina di Miami pada 3 Juli 2026.

Cabo Verde memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi di laga pamungkas Grup H, Rabu (1/7) dini hari WIB. Hasil ini sekaligus mengukuhkan status mereka sebagai negara ketiga terkecil yang pernah lolos ke fase gugur turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Tim berjuluk The Blue Sharks itu finis di posisi kedua klasemen Grup H dengan tiga poin, hasil dari tiga kali imbang. Mereka sebelumnya menahan juara Eropa Spanyol 0-0 dan bermain 2-2 melawan Uruguay. Keberhasilan ini tak lepas dari kemenangan Spanyol atas Uruguay di laga lain, yang membuat La Celeste tertahan di peringkat ketiga dengan dua poin. Arab Saudi menjadi juru kunci grup dengan koleksi dua poin.
Pencapaian Cabo Verde terbilang fenomenal. Mereka menjadi tim pertama sejak Chile pada Piala Dunia 1998 yang mampu melaju ke fase gugur tanpa meraih satu pun kemenangan. Pelatih Bubista, yang akrab disapa, berhasil meracik strategi defensif yang disiplin dan efektif sepanjang fase grup.
Dalam laga melawan Arab Saudi, Cabo Verde sebenarnya memiliki beberapa peluang emas. Jamiro Monteiro nyaris membuka keunggulan di babak pertama setelah menerobos pertahanan lawan, namun sepakannya masih bisa dihalau kiper Mohammed Al-Owais. Di babak kedua, giliran Nuno da Costa yang gagal memanfaatkan peluang setelah umpan matang Garry Rodrigues gagal dikonversi menjadi gol. Al-Owais tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk saat menggagalkan tembakan Laros Duarte dari jarak dekat.
Bagi Indonesia, kisah Cabo Verde menjadi inspirasi bahwa tim non-unggulan pun bisa bersaing di panggung tertinggi. Dengan persiapan matang dan disiplin taktik, negara kecil mampu menembus batasan yang selama ini dianggap mustahil. Pelajaran ini relevan bagi perkembangan sepak bola Indonesia yang tengah berupaya meningkatkan kualitas tim nasional dan infrastruktur.
Kini perhatian tertuju pada laga 16 besar yang mempertemukan Cabo Verde dengan Argentina, juara bertahan yang diperkuat Lionel Messi. Bisakah The Blue Sharks kembali menulis kejutan? Ataukah Argentina akan menunjukkan kelasnya sebagai kandidat kuat juara? Jawabannya akan diketahui pada 3 Juli mendatang di Stadion Hard Rock, Miami.



