Enzo Maresca: Pelatih Italia yang Tak Pernah Cocok di Negeri Sendiri, Kini Gantikan Guardiola di Manchester City
Baca dalam 60 detik
- Enzo Maresca resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Manchester City, menggantikan Pep Guardiola yang hengkang.
- Sepanjang karier sebagai pemain dan pelatih, Maresca dianggap tidak pernah benar-benar menyatu dengan sepak bola Italia (Calcio).
- Ketertarikan Maresca pada sepak bola Inggris, khususnya pendekatan Chelsea dan Manchester City, menjadi faktor utama di balik kepindahannya.

Enzo Maresca resmi mengambil alih kursi kepelatihan Manchester City, menggantikan Pep Guardiola dalam salah satu pekerjaan paling bergengsi di sepak bola dunia. Namun, di balik pencapaian tersebut, pelatih asal Italia ini memiliki jejak karier yang unik: ia dianggap tidak pernah benar-benar cocok dengan lanskap sepak bola tanah kelahirannya, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Maresca, yang sebelumnya menangani Chelsea U-21 dan sempat menjadi asisten Guardiola di City, dikenal memiliki filosofi sepak bola yang lebih dekat dengan gaya Inggris dan Spanyol dibandingkan tradisi taktis Italia. Sepanjang karier bermainnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar Italiaโbersama klub-klub seperti Juventus, Sevilla, dan Olympiacosโdan hanya mencatatkan penampilan terbatas di Serie A. Hal ini membuatnya jarang dianggap sebagai produk murni Calcio.
Ketidakcocokan itu berlanjut saat ia beralih ke dunia kepelatihan. Maresca lebih memilih membangun karier di Inggris, bergabung dengan staf kepelatihan Manchester City pada 2020, sebelum kemudian menangani tim muda Chelsea. Pendekatan sepak bolanya yang berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi lebih mencerminkan pengaruh Guardiola daripada sekolah sepak bola Italia yang cenderung pragmatis dan defensif.
Keputusan Maresca untuk menerima tantangan di Manchester City juga menunjukkan ambisinya untuk bersaing di level tertinggi Eropa. Namun, langkah ini tidak lepas dari risiko. Menggantikan Guardiola, yang telah membawa City meraih dominasi domestik dan gelar Liga Champions, adalah tugas yang sangat berat. Banyak pihak meragukan apakah Maresca mampu mempertahankan standar kesuksesan yang telah dibangun pendahulunya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perjalanan Maresca menjadi contoh menarik tentang bagaimana seorang pelatih bisa memilih jalur karier yang berbeda dari arus utama negaranya. Di tengah maraknya pelatih asing yang melatih di Liga Indonesia, kisah Maresca mengingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari mengikuti tradisi, tetapi juga dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengadopsi pendekatan baru.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Enzo Maresca mampu membuktikan bahwa dirinya memang pantas berada di panggung terbesar sepak bola Inggris, atau justru akan menjadi bukti lain bahwa ia memang tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari sepak bola Italia?



