Robert Lewandowski Resmi Merapat ke Chicago Fire, Guncang MLS
Baca dalam 60 detik
- Striker Polandia Robert Lewandowski menandatangani kontrak dua tahun dengan Chicago Fire setelah meninggalkan Barcelona.
- Kedatangan Lewandowski diprediksi menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di MLS, sekaligus mendongkrak popularitas liga.
- Kepergian Lewandowski membuka ruang bagi Barcelona untuk bergerak di bursa transfer, termasuk mendekati Harry Kane.

Robert Lewandowski resmi bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS) Chicago Fire dengan kontrak berdurasi dua tahun, mengakhiri petualangannya bersama Barcelona setelah empat musim. Keputusan ini tidak hanya mengubah peta persaingan di Amerika Serikat, tetapi juga menandai babak baru bagi karier striker Polandia berusia 37 tahun tersebut.
Lewandowski meninggalkan Barcelona setelah kontraknya habis pada akhir musim lalu. Selama berseragam Blaugrana, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar La Liga dan satu Copa del Rey pada 2025, dengan catatan 120 gol dari 193 pertandingan. Namun, rentetan cedera dalam setahun terakhir membuatnya hanya tampil sebagai starter dalam 17 laga liga musim lalu, memicu spekulasi tentang masa depannya.
Selain Chicago Fire, Lewandowski juga menjadi incaran AC Milan dan sejumlah klub Saudi Pro League. Namun, pilihan jatuh pada klub yang bermarkas di kota dengan komunitas Polandia terbesar di luar Polandia tersebut. Direktur sepak bola sekaligus pelatih kepala Chicago Fire, Gregg Berhalter, menyambut antusias kedatangan Lewandowski. "Kedatangannya memperkuat ambisi kami untuk bersaing memperebutkan trofi dan meningkatkan standar klub ke level yang layak bagi kota ini," ujar Berhalter. "Kami tidak sabar untuk bekerja sama dengannya dan membuktikan kepada Chicago mengapa ia adalah salah satu ikon olahraga paling dihormati di dunia."
Kepindahan Lewandowski ke MLS juga menjadi angin segar bagi kompetisi sepak bola Amerika Serikat yang terus berkembang. Dengan pengalamannya di level tertinggi Eropa, termasuk membawa Bayern Munich meraih gelar Liga Champions 2020, ia diharapkan menjadi magnet bagi penonton dan meningkatkan kualitas permainan. Di sisi lain, kepergian Lewandowski membuka peluang bagi Barcelona untuk merekrut pemain baru. Klub asal Katalan itu baru saja mendatangkan winger Newcastle, Anthony Gordon, dengan nilai transfer lebih dari 80 juta euro, dan dikabarkan masih mengincar Marcus Rashford secara permanen. Bahkan, laporan terbaru menyebut Barcelona tertarik pada Harry Kane yang kontraknya bersama Bayern Munich memasuki tahun terakhir.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pergerakan Lewandowski ke MLS bisa menjadi tontonan menarik, mengingat jam tayang pertandingan MLS yang relatif bersahabat dengan waktu Indonesia. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan bahwa MLS semakin serius dalam mendatangkan bintang-bintang kelas dunia, sejalan dengan persiapan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Apakah kehadiran Lewandowski akan mengubah hierarki kekuatan di MLS dan menarik lebih banyak pemain top Eropa ke Amerika? Hanya waktu yang akan menjawab.



