Trump Absen di Piala Dunia 2026: Strategi Politik atau Sekadar Jadwal Padat?
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump belum menghadiri satu pun pertandingan Piala Dunia 2026 meski tim tuan rumah lolos ke fase gugur, berbeda dengan tradisi kepala negara tuan rumah.
- Trump lebih memilih menghadiri acara UFC di halaman Gedung Putih daripada laga pembuka AS, memicu spekulasi soal prioritas dan hubungan khususnya dengan olahraga tarung.
- FIFA dan staf Trump mengisyaratkan kehadiran sang presiden di final 19 Juli, namun pakar politik menilai absennya di fase awal bisa jadi langkah menghindari sorotan negatif.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga kini belum sekalipun menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di negaranya, sebuah keanehan yang mencolok mengingat tradisi kepala negara tuan rumah selalu hadir di laga pembuka. Padahal, timnas AS sukses melaju ke babak gugur setelah memenangi dua dari tiga pertandingan grup.
Ketiadaan Trump di stadion-stadion Piala Dunia kontras dengan antusiasmenya terhadap turnamen ini sebelumnya. Pada Desember lalu, ia tampil sebagai pusat perhatian dalam undian Piala Dunia di Washington DC dan menerima penghargaan 'Peace Prize' perdana dari Presiden FIFA Gianni Infantino. Kedekatan keduanya pun terjalin erat, dengan Infantino beberapa kali diundang ke Gedung Putih dan kediaman pribadi Trump di Mar-a-Lago.
Namun, ketika laga pembuka AS melawan Paraguay digelar di Los Angeles pada 12 Juni, Trump justru memilih menghadiri acara Ultimate Fighting Championship (UFC) di halaman Gedung Putih dua hari kemudian. Acara itu sekaligus merayakan ulang tahunnya yang ke-80 dan HUT ke-250 Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Mark Rubio pun ditugaskan mewakili presiden di stadion.
Federico de Jesus, mantan direktur media Presiden Barack Obama, menilai sikap Trump bukanlah hal yang mengejutkan. "UFC adalah olahraga yang ia kembangkan dan memiliki hubungan khusus," ujarnya kepada BBC Sport. Ia juga membandingkan kebiasaan Trump yang hanya hadir di ajang besar seperti Super Bowl, bukan pertandingan musim reguler. "Final Piala Dunia adalah acara utama dengan rating tertinggi. Saya perkirakan ia akan muncul di sana."
De Jesus juga menyebut bahwa Trump mungkin enggan menghadiri pertandingan di kota-kota seperti Los Angeles dan Seattle yang cenderung Demokrat, apalagi setelah ia mendapat cemoohan saat menghadiri Final NBA di New York awal bulan ini. "Penonton Piala Dunia lebih internasional, dan kebijakan imigrasi Trump bisa memicu reaksi negatif," katanya.
Meski begitu, jadwal Trump memang padat. Sekitar laga pembuka, ia bersiap menghadiri KTT G7 di Prancis (15-17 Juni) dan tengah merundingkan kesepakatan damai dengan Iran yang diumumkan pada 18 Juni. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney hadir di pertandingan negaranya melawan Qatar, namun Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memilih tidak datang ke stadion dengan alasan harga tiket yang mahal.
FIFA sendiri dikabarkan tetap berterima kasih atas dukungan pemerintah AS, dengan sejumlah menteri seperti Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin dan Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. hadir di beberapa pertandingan. Namun, absennya Trump di fase grup menimbulkan pertanyaan: apakah ini bagian dari strategi politik untuk menghindari kontroversi, atau sekadar prioritas yang berbeda?
Andrew Giuliani, kepala Satgas Piala Dunia Gedung Putih, memberikan jawaban menggantung. "Presiden ke-47 ini suka membuat penonton menunggu. Akan ada kejutan," katanya. Dengan final yang tinggal menghitung hari, publik dunia pun menanti apakah Trump akhirnya akan munculโatau kembali memilih acara lain yang lebih sesuai dengan seleranya.



