Milan Tolak Tawaran Mahal NYCFC, Pulisic Diperpanjang Kontrak
Baca dalam 60 detik
- New York City FC dikabarkan mengajukan tawaran mahal untuk Christian Pulisic, namun AC Milan menolak melepas pemain AS itu pada bursa transfer musim panas ini.
- Milan akan mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak Pulisic hingga 2028, meski negosiasi kontrak baru jangka panjang belum mencapai kesepakatan.
- Keputusan ini diambil di tengah masa transisi Milan dengan pelatih dan direktur anyar, menegaskan Pulisic sebagai pilar proyek jangka panjang klub.

AC Milan menegaskan tidak akan melepas Christian Pulisic pada bursa transfer musim panas ini, meskipun New York City FC (NYCFC) dikabarkan telah menjajaki kesepakatan mahal untuk memboyong bintang timnas Amerika Serikat tersebut. Klub Serie A itu justru bersiap memperpanjang masa bakti Pulisic dengan mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak satu musim.
Jurnalis The Athletic, Tom Bogert, dalam wawancara dengan CBS Sports mengungkapkan bahwa NYCFC telah melakukan pendekatan awal kepada Milan untuk merekrut Pulisic. Namun, respons dari kubu Rossoneri sangat jelas: pemain berusia 27 tahun itu tidak masuk daftar jual. “Milan sedang dalam masa transisi, dengan pelatih kepala baru dan jajaran direktur yang sepenuhnya baru. Mereka mengatakan Christian Pulisic tidak untuk dijual,” ujar Bogert.
Secara teknis, kontrak Pulisic akan berakhir pada Juni 2027, namun Milan memiliki opsi untuk memperpanjangnya satu musim lagi hingga 2028. Klub asal Lombardy itu dikabarkan telah memutuskan untuk mengaktifkan klausul tersebut, sebagai bentuk komitmen mempertahankan pemain yang menjadi andalan di lini serang. Selain itu, Milan juga telah membuka pembicaraan dengan perwakilan Pulisic mengenai kontrak baru yang lebih panjang, meskipun hingga saat ini belum ada kesepakatan yang tercapai.
Keputusan Milan mempertahankan Pulisic di tengah godaan dari MLS menunjukkan arah baru klub di bawah kepemimpinan direktur dan pelatih anyar. Setelah melalui musim yang penuh gejolak, Milan ingin membangun kembali skuad dengan fondasi pemain-pemain kunci, dan Pulisic dinilai sebagai salah satu pilar penting. Produktivitasnya—42 gol dalam 134 laga—menjadi bukti bahwa ia mampu menjadi mesin gol andalan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena Pulisic merupakan salah satu pemain Amerika Serikat yang paling dikenal, dan masa depannya di Eropa kerap menjadi sorotan. Jika Milan benar-benar memperpanjang kontraknya, Pulisic dipastikan akan tetap berlaga di Serie A setidaknya hingga 2028, menjadikannya salah satu pemain AS dengan karier terlama di Eropa. Sementara itu, NYCFC harus mengalihkan incaran ke target lain setelah kandasnya upaya mendatangkan pemain berlabel USMNT tersebut.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Milan dan Pulisic akan mencapai kata sepakat untuk kontrak jangka panjang, atau hanya bertahan hingga opsi perpanjangan habis. Dengan usia yang masih prima dan performa yang konsisten, Pulisic tetap menjadi aset berharga yang bisa menentukan arah kebangkitan Milan dalam beberapa musim ke depan.



