Modric Akui Karier Hampir Usai, Puji Rekan Setim di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Luka Modric menyatakan masa bermainnya di level tertinggi akan segera berakhir, dengan kontrak di Milan yang akan habis dalam waktu dekat.
- Gelandang Kroasia itu memuji performa Petar Sucic, rekan setim di Inter Milan, yang dinilai sudah menjadi pilar tim nasional saat ini.
- Komentar Modric muncul setelah Kroasia mengalahkan Ghana 2-1 di Piala Dunia 2026, dengan Sucic mencetak gol pembuka.

Luka Modric, kapten tim nasional Kroasia sekaligus gelandang AC Milan, secara terbuka mengakui bahwa karier profesionalnya di sepak bola papan atas akan segera berakhir. Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, pemain berusia 40 tahun itu menyebut bahwa dirinya tengah menikmati setiap momen tersisa, meskipun tekanan di level internasional semakin besar.
Kontrak Modric bersama Rossoneri secara resmi akan berakhir pada akhir bulan ini. Klub disebut-sebut memiliki opsi perpanjangan hingga 2027, namun keputusan akhir masih bergantung pada sang pemain. Dengan usia yang akan menginjak 41 tahun pada September mendatang, Piala Dunia 2026 diyakini menjadi turnamen keempat dan terakhir bagi gelandang kreatif asal Zadar tersebut.
โSaya tahu usia saya sudah tidak muda lagi, dan akhir karier sudah dekat. Saya mencoba menikmati setiap latihan dan pertandingan, tapi itu tidak mudah, terutama dengan tekanan besar yang menyertai tim nasional,โ ujar Modric dalam sesi wawancara yang dikutip Football Italia.
Modric juga melontarkan pujian tinggi kepada rekan setimnya di tim nasional, Petar Sucic, yang kini membela Inter Milan. Gelandang berusia 22 tahun itu tampil gemilang saat Kroasia mengalahkan Ghana 2-1 pada laga kedua fase grup. Sucic membuka keunggulan Kroasia dan dinilai Modric sebagai pemain yang sudah layak disebut sebagai pilar utama tim, bukan sekadar prospek masa depan.
โDia (Sucic) menunjukkan performa fenomenal. Dia membuktikan bahwa dirinya adalah masa kini, bukan hanya masa depan tim nasional. Pujian untuk apa yang telah dia lakukan sejak bergabung dengan tim. Semoga dia terus seperti ini,โ kata Modric.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pernyataan Modric ini menjadi pengingat akan pentingnya regenerasi di level tim nasional. Kroasia, yang selama satu dekade terakhir bergantung pada Modric dan Ivan Rakitic, kini mulai menuai hasil dari investasi pemain muda seperti Sucic. Pelajaran ini relevan bagi Indonesia yang tengah gencar melakukan naturalisasi dan pembinaan usia muda untuk membangun tim nasional yang kompetitif di kancah Asia.
Selain membahas masa depan, Modric juga menyinggung soal jeda minum (hydration breaks) yang sempat menjadi kontroversi di Piala Dunia 2026. Menurutnya, isu tersebut perlu dikaji lebih dalam, namun ia enggan menyebutnya sebagai masalah besar. โIni masalah yang harus kita periksa, tapi saya tidak merasa perlu mengatakan itu masalah,โ tutup Modric.
Dengan semakin dekatnya akhir karier Modric, pertanyaan besar kini mengemuka: akankah Kroasia mampu mempertahankan konsistensi tanpa sosok sentralnya di lini tengah? Atau justru pemain seperti Sucic akan segera mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan?



