Messi dan Ronaldo, Dua Legenda yang Tak Lekang Usia di Panggung Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo terus memecahkan rekor di Piala Dunia 2026, meski usia keduanya sudah di atas 39 tahun.
- Messi memuncaki daftar pencetak gol sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol, sementara Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi berbeda.
- Persaingan keduanya berpotensi berujung pada duel perempat final antara Argentina dan Portugal di Kansas City pada 11 Juli.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di Piala Dunia 2026 yang kemungkinan besar menjadi panggung terakhir mereka, kedua megabintang sepak bola ini justru menorehkan rekor-rekor baru yang semakin mengukuhkan status legenda.
Messi, yang genap berusia 39 tahun, mencetak dua gol ke gawang Austria pada Senin (15/6) untuk membawa total golnya menjadi 18—rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Sementara itu, Ronaldo yang sudah 41 tahun membalas dengan dwigol ke gawang Uzbekistan pada Selasa (16/6), menjadikannya pemain pertama yang mampu menjebol gawang lawan di enam edisi Piala Dunia berbeda: 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026.
Pencapaian Ronaldo ini terasa istimewa karena ia sebelumnya mengalami paceklik gol selama 11 pertandingan Piala Dunia—terakhir kali ia mencetak gol di turnamen ini adalah pada laga pembuka 2022 melawan Ghana. Performa kurang meyakinkan di laga perdana melawan DR Kongo (imbang 1-1) sempat memicu kritik dan rumor ketegangan dengan rekan setim. Namun, Ronaldo menjawabnya dengan aksi gemilang dan selebrasi penuh makna: "I'm back"—saya kembali—yang diucapkan langsung ke arah kamera.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai momen itu sebagai luapan emosi manusiawi. "Dia manusia biasa. Dia berhak memiliki perasaan," ujarnya. Sementara itu, legenda Manchester United Wayne Rooney menambahkan, "Dia menerima kritik dan meresponsnya dengan cara seperti ini. Itulah yang selalu dia lakukan."
Persaingan Messi dan Ronaldo memang tak pernah padam. Meski Ronaldo berusaha meremehkan dengan mengatakan "Saya tidak peduli dengan yang lain" saat ditanya soal lima gol Messi di dua laga awal, pelatih Martinez meyakini rivalitas itu justru menjadi bahan bakar bagi keduanya. "Saya percaya kedua pemain telah meningkatkan sepak bola selama bertahun-tahun, dan persaingan mereka penting untuk pertumbuhan mereka sendiri," katanya.
Menariknya, Messi justru menunjukkan peningkatan signifikan setelah meninggalkan Barcelona. Sejak berusia 35 tahun, ia telah mencetak 12 gol dalam 9 laga Piala Dunia—dua kali lipat dari torehan Ronaldo di periode yang sama (8 gol dalam 16 laga Piala Dunia dan Piala Eropa). Banyak pengamat menilai bahwa setelah hengkang dari Catalan, Messi lebih memprioritaskan performa bersama tim nasional Argentina.
Ronaldo sendiri masih memburu target 1.000 gol karier. Dengan tambahan dua gol ke gawang Uzbekistan, koleksinya kini 975 gol—kurang 25 gol lagi. Sementara itu, kemungkinan duel epik antara Portugal dan Argentina di perempat final pada 11 Juli di Kansas City masih terbuka lebar, asalkan kedua tim lolos sebagai juara grup dan melaju mulus di fase gugur.
Bagi dua ikon sepak bola ini, batas usia seolah tak berlaku. Mampukah mereka kembali bertemu di Piala Dunia 2030? Atau justru perempat final nanti yang menjadi panggung pamungkas rivalitas abadi mereka?



