Pramono Anung Beberkan Rencana Besar Jakarta di Usia 499 Tahun: Transportasi Gratis hingga Normalisasi Sungai
Baca dalam 60 detik
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan perluasan layanan transportasi gratis untuk 15 golongan masyarakat sebagai bagian dari peringatan HUT ke-499 Jakarta.
- Pemerintah provinsi melanjutkan proyek strategis yang sempat terhenti, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan PLTSa di tiga lokasi untuk mengatasi banjir dan sampah.
- Sejumlah infrastruktur ikonik seperti konektivitas bawah tanah di kawasan hotel mewah dan pedestrian deck Dukuh Atas ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan sederet rencana pembangunan dan perubahan di ibu kota saat merayakan ulang tahun ke-499, Sabtu (27/6). Dalam pidatonya di Bundaran HI, ia menekankan komitmen untuk memperkuat layanan transportasi umum, menuntaskan proyek mangkrak, dan mengatasi masalah klasik seperti banjir serta sampah.
Pramono mengungkapkan bahwa 15 kelompok masyarakat kini bisa menikmati transportasi umum gratis tanpa batasan rute. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta. "Transportasi ke mana saja karena memang warga Jakarta bagi 15 golongan sekarang ini transportasinya gratis," ujarnya di atas panggung perayaan.
Di sektor pengelolaan lingkungan, Pemprov DKI tengah membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Bantar Gebang, Tanjungan Kamal Muara, dan Sunter. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi beban kota. "Mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta ke depannya tidak seperti sekarang ini, akan menjadi lebih baik," kata Pramono.
Penanganan banjir juga menjadi prioritas. Pramono memastikan program normalisasi sungai yang sempat terhenti pada pemerintahan sebelumnya akan dilanjutkan kembali. Beberapa sungai yang masuk daftar prioritas antara lain Ciliwung, Krukut Lama, dan Cakung. "Mudah-mudahan walaupun banjir di Jakarta masih ada, tapi tidak seperti yang lalu," ujarnya.
Di bidang transportasi perkotaan, Pramono mengumumkan pembangunan jalur bawah tanah yang menghubungkan kawasan hotel berbintang—Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, dan Kempinski—dengan stasiun MRT. Dengan demikian, pejalan kaki tidak perlu lagi menyeberang di permukaan. Area tersebut juga akan dilengkapi dengan ruang bagi pelaku UMKM. Selain itu, Pemprov DKI akan membangun Pedestrian Deck di Dukuh Atas untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
Pramono juga menyoroti penyelesaian proyek-proyek yang sempat tertunda. Salah satunya adalah penataan Jalan Rasuna Said yang kini telah rampung, serta peningkatan konektivitas menuju Jakarta International Stadium (JIS). Stadion kebanggaan warga Jakarta itu kini sudah terhubung dengan KRL dan kawasan Ancol. "Maka nanti kalau saudara-saudara Jakmania mau nonton (Persija bertanding) akan lebih gampang," ujarnya.
Proyek lain yang segera direalisasikan adalah pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras, yang sempat terkatung-katung akibat masalah hukum. Pramono memastikan bahwa persoalan hukum telah selesai dan pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat. "Alhamdulillah segera akan dibangun karena penyelesaian persoalan hukumnya sudah selesai," terangnya.
Dengan rangkaian rencana ini, Pramono optimistis Jakarta dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih layak huni. Namun, tantangan pembiayaan dan koordinasi antarlembaga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Akankah seluruh proyek ini rampung tepat waktu sebelum Jakarta genap berusia setengah milenium?



