Shin Tae-yong Tutup Buku Timnas Indonesia, Fusi Total ke Persija Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Korea Selatan itu memilih mengubur kenangan manis dan pahit selama membesut Timnas Indonesia untuk berkonsentrasi penuh membesut Persija.
- STY mengaku kepindahannya ke Macan Kemayoran dipicu oleh ambisi besar manajemen yang tak hanya ingin juara liga, tetapi juga bersaing di level Asia.
- Sosok yang sukses membawa Garuda ke semifinal Piala Asia U-23 dan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu kini menyiapkan skuad Persija untuk musim 2026/2027.

Shin Tae-yong secara resmi menutup babak kepelatihannya di Timnas Indonesia dan mengarahkan seluruh fokusnya pada Persija Jakarta, klub yang ia nilai memiliki ambisi sepadan dengan visinya.
Pelatih berusia 57 tahun itu tak lagi bergeming pada pujian maupun kritik yang sempat menghiasi masa baktinya di skuad Garuda. Melalui penerjemah setianya, Jeong Seok Seo atau akrab disapa Jeje, STY menegaskan bahwa masa lalu adalah masa lalu. “Coach Shin datang lagi ke Indonesia karena Persija Jakarta. Hal-hal yang sudah berlalu tidak perlu dibahas lagi,” ujar Jeje dalam kanal YouTube JMTV.
Keputusan STY menukangi Persija sempat mengejutkan banyak pihak. Namun, ia mengaku langsung tergerak setelah mendengar target ambisius yang dipaparkan pemilik klub, Nirwan Bakrie. Manajemen Persija tidak hanya mengincar gelar Liga 1, melainkan juga ingin menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kompetisi Asia. “Coach Shin sangat terkesan karena manajemen ingin membuat Persija tak hanya berprestasi di liga, tapi juga di Asia,” tambah Jeje.
Selama lima tahun menukangi Timnas Indonesia, STY meninggalkan jejak yang tak terbantahkan. Di bawah arahannya, program naturalisasi masif PSSI berpadu dengan pembinaan pemain muda lokal. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Ernando Ari, dan Marselino Ferdinan menjadi tulang punggung tim. Namun, di balik prestasi, kritik pun tak terhindarkan—terkait gaya bermain, pemilihan pemain, hingga hambatan komunikasi.
Kini, STY memilih move on total. Ia mengaku masih menyimpan kenangan lucu bersama para pemain muda Garuda, seperti saat mereka menceburkannya ke ice bath. “Mereka mulai umur 18 tahun sudah sama coach Shin. Banyak bercanda, kadang mereka ceburin coach Shin ke ice bath,” kenang Jeje. Namun, semua itu kini menjadi cerita lama. STY telah memulai lembaran baru bersama Persija, dengan target yang jelas: membawa Macan Kemayoran kembali berjaya di kancah nasional dan Asia.
Musim 2026/2027 akan menjadi ujian pertama bagi STY bersama Persija. Dengan pengalaman internasional dan rekam jejak yang solid, publik menanti apakah ia mampu mengulangi suksesnya seperti saat membesut Timnas Indonesia. Pertanyaan besarnya: bisakah STY mengubah Persija menjadi kekuatan yang disegani di Asia?



