Franck Kessie Buka Suara soal Juventus: 'Saya Akan Jadi Rekrutan Hebat'
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Pantai Gading Franck Kessie menyatakan siap bergabung dengan Juventus sebagai pemain bebas transfer setelah kontraknya di Al-Ahli berakhir.
- Kessie, yang pernah bersinar di AC Milan, menawarkan kombinasi pengalaman Serie A, fisik prima, dan biaya transfer nol yang menarik bagi klub Italia.
- Tantangan utama adalah negosiasi gaji, karena Kessie harus menerima pemotongan drastis dari penghasilan €14 juta per tahun di Arab Saudi menjadi €4-5 juta di Turin.

Franck Kessie, gelandang timnas Pantai Gading yang tengah berlaga di Piala Dunia 2026, secara terbuka menyatakan dirinya layak menjadi rekrutan utama Juventus pada bursa transfer musim panas ini. Pemain berusia 29 tahun itu akan berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Al-Ahli habis pada 30 Juni, sebuah peluang yang ia nilai terlalu bagus untuk dilewatkan oleh klub manapun.
Kessie bukanlah wajah baru di Serie A. Ia memulai karier Italia di akademi Atalanta pada 2015, lalu memperkuat Cesena, AC Milan, dan Barcelona sebelum hijrah ke Arab Saudi pada 2023. Selama 204 penampilan di Serie A, ia mencatatkan 41 gol dan 16 assist—sebuah produktivitas langka untuk seorang gelandang tengah. Kini, setelah satu musim di Al-Ahli dengan gaji €14 juta per tahun, ia siap kembali ke Italia dengan pengorbanan finansial besar.
“Saya melihat rumor tentang Juventus. Saya hanya bisa mengatakan satu hal: Saya akan menjadi rekrutan hebat. Kondisi fisik saya prima, saya bermain di Piala Dunia, dan yang terpenting, saya pemain bebas transfer. Apa lagi yang bisa diminta?” ujar Kessie kepada La Gazzetta dello Sport di sela-sela turnamen. Ia menambahkan bahwa agennya terus menerima banyak panggilan dari klub-klub yang berminat.
Juventus, yang kini ditangani Luciano Spalletti, tengah membangun kembali skuad setelah musim yang tidak konsisten. Kebutuhan akan gelandang box-to-box dengan naluri mencetak gol menjadi prioritas. Kessie, dengan postur kuat dan kemampuan duel udara, dinilai cocok mengisi peran yang ditinggalkan pemain seperti Paul Pogba atau Adrien Rabiot. Atalanta juga dikabarkan tertarik, namun proyek Juventus yang lebih ambisius di kancah domestik dan Eropa bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi klub-klub Indonesia yang kerap memantau pergerakan pemain bintang, kasus Kessie menjadi contoh menarik bagaimana strategi bebas transfer bisa menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan finansial. Meski skala dan nilai transfernya jauh berbeda, prinsip merekrut pemain berkualitas tanpa biaya mahal relevan dengan upaya klub-klub Liga 1 dalam membangun tim kompetitif. Namun, tantangan gaji tetap menjadi batu sandungan—Kessie harus rela menerima pemotongan hingga 70 persen dari pendapatannya saat ini.
“Agen saya sedang bekerja, kami menerima banyak panggilan. Itu wajar. Saya sendiri juga akan merekrut saya dengan kondisi seperti ini, baik secara fisik maupun finansial!” canda Kessie. Namun, di balik optimisme itu, negosiasi gaji akan menjadi penentu. Juventus diperkirakan hanya mampu menawarkan kontrak senilai €4-5 juta per musim—angka yang masih tinggi untuk standar Serie A, tetapi jauh dari kemewahan Saudi.
Dengan Piala Dunia 2026 yang masih berlangsung, Kessie menunda keputusan hingga setelah babak 16 besar. “Untuk lima hari ke depan, saya masih pemain Al-Ahli. Setelah itu, kita bisa bicara lebih lanjut,” katanya. Pertanyaannya, mampukah Juventus memenangkan persaingan dengan klub-klub lain yang juga mengincar jasa pemain bertipe duel dan pekerja keras seperti Kessie? Ataukah gaji tinggi tetap menjadi penghalang yang tak teratasi?



