Jelang Lawan Swedia, Gelandang Jepang Peringatkan Ancaman Gyokeres dan Isak
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Jepang Ao Tanaka memperingatkan timnya akan bahaya duet striker Swedia, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, yang dianggap sebagai dua penyerang terbaik dunia.
- Takefusa Kubo dipastikan absen pada laga penentu Grup F melawan Swedia karena cedera lutut kiri yang belum pulih.
- Jepang butuh kemenangan untuk lolos ke fase gugur setelah tertinggal dari Belanda dalam perolehan gol.

Gelandang tim nasional Jepang, Ao Tanaka, memberikan peringatan keras kepada rekan-rekannya jelang laga hidup mati melawan Swedia di Piala Dunia 2026, Kamis (26/6) waktu setempat. Tanaka menyebut duet striker Swedia, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, sebagai dua penyerang paling berbahaya di dunia saat ini yang harus diantisipasi secara khusus.
Berbicara di markas latihan Jepang di dekat Nashville, Tennessee, Tanaka menekankan bahwa Swedia akan sangat berbahaya jika diberi ruang untuk melakukan serangan balik. "Mereka sangat ahli dalam situasi transisi ketika ada ruang kosong. Kami harus pintar-pintar mengatasinya," ujar Tanaka, yang musim lalu menjadi andalan Leeds United di Premier League.
Laga melawan Swedia di Dallas Stadium ini menjadi penentu nasib Jepang di Grup F. Saat ini Samurai Biru berada di posisi kedua dengan koleksi empat poin, tertinggal dari Belanda yang unggul selisih gol. Jepang wajib menang untuk memastikan tiket ke babak 16 besar tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.
Tanaka sendiri tampil gemilang saat Jepang menghancurkan Tunisia 4-0 di Monterrey, Meksiko, akhir pekan lalu. Gelandang berusia 27 tahun itu menjadi kreator dua gol melalui umpan-umpan kuncinya. Penampilan impresif tersebut membuatnya dipercaya menjadi starter untuk pertama kalinya di Piala Dunia edisi ini. "Bermain reguler di Inggris sangat membantu perkembangan saya. Tapi itu baru satu pertandingan, saya harus tampil lebih baik lagi," kata Tanaka.
Menariknya, Tanaka kini mengenakan nomor punggung 7 yang sebelumnya dipakai Kaoru Mitoma—sahabat masa kecilnya yang cedera dan tidak dibawa ke turnamen. Keduanya masih menjalin komunikasi setiap hari. Tak hanya itu, Tanaka juga menggunakan pelindung kaki khusus dari pernis Wajima, buatan pengrajin di Semenanjung Noto, Ishikawa, yang porak-poranda akibat gempa dahsyat pada 1 Januari 2024. Tanaka rutin mengunjungi wilayah tersebut dan berharap penampilannya bisa membawa semangat bagi para korban. "Saya ingin mengirimkan sesuatu melalui permainan kami. Kami dalam semangat tinggi dan harus memenangkan pertandingan berikutnya," tegasnya.
Bagi Indonesia, perjalanan Jepang di Piala Dunia ini bisa menjadi cermin bagaimana tim Asia bersaing di level tertinggi. Dengan skuad yang mayoritas bermain di Eropa, Jepang menunjukkan bahwa konsistensi dan kualitas individu bisa menjadi pembeda. Keberhasilan Jepang lolos dari grup yang berat—dengan Belanda dan Swedia sebagai lawan—akan menjadi bukti nyata kebangkitan sepak bola Asia. Sebaliknya, kegagalan justru akan memunculkan pertanyaan tentang kesiapan mental tim asuhan Hajime Moriyasu.
Swedia sendiri datang dengan motivasi tinggi setelah dihajar Belanda 5-1. Kekalahan telak itu justru bisa menjadi bumerang bagi Jepang jika lengah. Duet Gyokeres dan Isak, yang sama-sama tajam di klub masing-masing (Sporting CP dan Newcastle United), dipastikan akan menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Jepang. Pertanyaan besarnya: mampukah Jepang meredam agresivitas Swedia dan sekaligus produktif di depan gawang?



