Spanyol Lolos Sempurna ke 16 Besar Piala Dunia: De la Fuente Puji Mentalitas Tim
Baca dalam 60 detik
- Spanyol mengunci puncak Grup H setelah menekuk Uruguay 1-0, mencatatkan rekor tanpa kebobolan di fase grup.
- Pelatih Luis de la Fuente menegaskan timnya tampil disiplin dan mampu mengatasi tekanan fisik lawan yang keras.
- Cedera Yeremy Pino yang diduga patah tulang menjadi catatan negatif di tengah optimisme skuad La Roja.

Spanyol memastikan langkah mulus ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Uruguay dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas Grup H. Kemenangan itu sekaligus mengukuhkan status La Roja sebagai satu-satunya tim di fase grup yang tidak kebobolan, dengan torehan lima gol dan nol gol kemasukan.
Pelatih Luis de la Fuente mengakui pertandingan melawan Uruguay berjalan sangat berat secara fisik. Timnya, menurut dia, harus bekerja ekstra keras untuk meredam agresivitas lawan yang bermain dengan intensitas tinggi. "Kami benar-benar diuji hingga batas maksimal. Namun, para pemain menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa," ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 34 pertandingan beruntun โ sebuah pencapaian yang membanggakan bagi De la Fuente. Ia menilai konsistensi tersebut lahir dari kedalaman skuad dan filosofi permainan yang sudah tertanam kuat. "Ini adalah tim yang terus ingin berkembang. Kami berada di jalur yang benar, tetapi setiap laga ke depan akan semakin sulit," tambahnya.
Di sisi lain, kabar buruk datang dari cedera yang dialami penyerang Yeremy Pino. De la Fuente mengonfirmasi bahwa Pino mengalami cedera yang diduga patah tulang dan kemungkinan besar tidak akan bisa melanjutkan turnamen. Sementara itu, Nico Williams juga mengalami ketidaknyamanan ringan, namun kondisinya tidak terlalu serius. Kehilangan Pino tentu menjadi pukulan bagi kedalaman skuad Spanyol di sektor sayap.
De la Fuente enggan mengkritik kepemimpinan wasit meskipun beberapa keputusan dianggap kontroversial. Ia lebih memilih memuji kinerja timnya dan menekankan bahwa perangkat pertandingan memiliki alat bantu seperti VAR untuk mengelola situasi sulit. "Saya lebih suka fokus pada apa yang bisa kami kendalikan, yaitu performa di lapangan," tegasnya.
Salah satu kekuatan utama Spanyol di turnamen ini adalah fleksibilitas lini tengah. De la Fuente menyebut bahwa Pedri, Fabian Ruiz, Dani Olmo, Mikel Merino, dan Martin Zubimendi dapat saling menggantikan tergantung kebutuhan taktik. Rotasi ini membuat Spanyol sulit ditebak lawan. Meski demikian, pelatih berusia 63 tahun itu mengakui bahwa kecepatan bola dan kelancaran permainan masih perlu ditingkatkan. "Secara defensif kami sangat kuat, tetapi kami harus lebih cepat dalam mengalirkan bola," katanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pencapaian Spanyol ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Timnas Indonesia yang tengah membangun fondasi permainan jangka panjang. Konsistensi, kedalaman skuad, dan ketahanan mental adalah elemen yang juga ingin dibangun oleh PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Namun, jalan menuju level elite dunia masih panjang dan membutuhkan investasi sistem pembinaan usia muda yang serius.
Dengan tiket 16 besar sudah di tangan, Spanyol kini menanti lawan dari peringkat kedua Grup E atau F. De la Fuente enggan berspekulasi, tetapi ia menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi siapa pun. Pertanyaan besarnya: mampukah La Roja mempertahankan rekor tanpa kebobolan dan melaju hingga partai puncak?



