Belgium Hajar New Zealand 5-1, Lukaku Pahlawan di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Belgium memastikan puncak klasemen Grup G Piala Dunia 2026 setelah menekuk New Zealand 5-1 di BC Place Vancouver.
- Romelu Lukaku mencetak gol penentu lewat sundulan di menit 86, sekaligus mengeliminasi New Zealand dari turnamen.
- Kevin De Bruyne mencetak gol spektakuler dari luar kotak dan menjadi pencetak gol tertua Belgia di Piala Dunia.

Belgium memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan New Zealand 5-1 dalam laga sengit Grup G di BC Place Vancouver, Selasa (30/6) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengubur mimpi New Zealand yang harus pulang lebih awal.
Red Devils tampil dominan sejak menit awal. Leandro Trossard membuka keunggulan pada menit 28 memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok gagal diantisipasi lini belakang New Zealand. Trossard kembali mencetak gol pada awal babak kedua, menuntaskan rebound setelah tembakan pertamanya diblok.
Kevin De Bruyne menambah penderitaan lawan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit 66. Gol tersebut membuatnya menjadi pemain tertua yang mencetak gol untuk Belgia di Piala Dunia, tepatnya pada usia 34 tahun 363 hari, memecahkan rekor sebelumnya.
New Zealand sempat memberi perlawanan melalui gol Elijah Just pada menit 84. Namun, dua menit berselang, Romelu Lukaku yang baru masuk sebagai pemain pengganti menyundul bola masuk ke gawang, memastikan Belgia memuncaki klasemen Grup G. Alexis Saelemaekers menutup pesta dengan gol kelima di masa injury time.
Kemenangan ini membawa Belgia ke babak 32 besar dengan status juara grup. Mereka akan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dari Grup A, E, H, I, atau J di Seattle pada 1 Juli. Sementara itu, New Zealand harus mengakui keunggulan lawan dan pulang dengan tangan hampa.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena Belgia menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Dengan pemain seperti De Bruyne dan Lukaku yang masih tajam, Belgia layak diperhitungkan sebagai kandidat juara. Pertanyaan besarnya, mampukah mereka mempertahankan konsistensi hingga partai puncak?



