Portugal Tak Gentar Kritik, Martinez Yakin Ronaldo Tetap Kunci
Baca dalam 60 detik
- Timnas Portugal menepis tekanan usai hasil imbang 1-1 melawan Kongo di laga perdana Piala Dunia 2026.
- Pelatih Roberto Martinez membela Cristiano Ronaldo yang dikritik performanya, menyebutnya sebagai panutan dan pembuka ruang.
- Kemenangan atas Uzbekistan menjadi harga mati untuk menjaga asa lolos ke fase gugur setelah Kolombia memuncaki Grup K.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa skuadnya tidak terpengaruh oleh kritik tajam setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026. Menjelang duel krusial melawan Uzbekistan, ia justru melihat semangat tim semakin solid.
Pada pertandingan pembuka di Houston, Portugal mendominasi penguasaan bola namun hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dengan satu tepat sasaran—sebuah sundulan Joao Neves pada menit keenam. Martinez mengakui timnya kehilangan disiplin dan struktur setelah 20 menit pertama, dan hal itu menjadi fokus perbaikan utama.
“Kami kuat dan fokus. Kelompok kami bahkan lebih bersatu dari sebelumnya. Ini adalah proses. Ketegangan bukan bagian dari tim kami,” ujar Martinez dalam konferensi pers, Senin (22/6) waktu setempat. Ia menambahkan bahwa kritik pasca hasil buruk adalah hal wajar, namun tidak boleh mempengaruhi persiapan.
Martinez juga memberikan pembelaan tegas terhadap Cristiano Ronaldo yang tampil kurang memuaskan dan memicu seruan agar sang kapten dicadangkan. “Kami adalah tim yang menginginkan bola, bertahan dan bereaksi cepat, serta melakukan serangan balik. Anda membutuhkan pemain yang membuka ruang dengan pergerakan, dan Cristiano adalah salah satu yang terbaik dalam hal itu,” kata Martinez. Ia menekankan bahwa Ronaldo tetap menjadi panutan yang terus berusaha meningkatkan performa untuk tim.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Portugal untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. Kolombia telah memimpin Grup K setelah menekuk Uzbekistan 3-1, sehingga tekanan bertambah bagi tim Eropa tersebut. “Kekecewaan adalah perasaan yang kami miliki bersama sebagai tim. Besok saya yakin kami akan tampil selama 90 menit sesuai level yang kami miliki,” tegas Martinez.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menjadi sorotan mengingat Cristiano Ronaldo masih menjadi ikon global yang dinantikan aksinya. Hasil imbang melawan Kongo mengingatkan pada kerentanan tim unggulan di turnamen besar, dan pertandingan melawan Uzbekistan akan menjadi ujian nyata bagi konsistensi Portugal.
Dengan skuad yang hampir lengkap—kecuali Tomas Araujo—Portugal diharapkan bisa tampil lebih efektif di lini depan. Pertanyaannya, akankah strategi Martinez mampu membungkam kritik dan membawa Portugal meraih tiga poin penuh?



