Piala Dunia 2026 Cetak Rekor Gol Terbanyak: 173 Gol dalam 59 Laga
Baca dalam 60 detik
- Piala Dunia 2026 memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu edisi setelah gol ke-173 tercipta pada laga AS vs Turki.
- Ekspansi FIFA dari 32 menjadi 48 tim menambah 40 pertandingan, mendorong jumlah gol melampaui rekor Qatar 2022 yang 172 gol.
- Rekor ini menandai perubahan dinamika turnamen dengan lebih banyak laga dan potensi gol, namun juga memicu perdebatan soal kualitas kompetisi.

Piala Dunia 2026 resmi mencatatkan diri sebagai edisi dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Rekor tersebut terpecahkan saat bek Amerika Serikat, Auston Trusty, mencetak gol pembuka dalam laga Grup D melawan Turki di Stadion SoFi, Inglewood, California, Kamis (25/6) waktu setempat. Gol itu menjadi yang ke-173 dalam turnamen ini, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Qatar 2022 dengan 172 gol.
Trusty membuka skor pada menit ke-12 memanfaatkan sepak pojok. Meski Turki kemudian membalas dua gol di babak pertama dan memenangi pertandingan 2-1, gol awal tersebut sudah cukup untuk mengukir sejarah. Hingga laga itu usai, total gol turnamen mencapai 175 gol, dengan 59 pertandingan telah dimainkan—jauh lebih cepat dibandingkan Qatar 2022 yang membutuhkan 64 laga penuh untuk mencapai 172 gol.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyambut pencapaian ini melalui unggahan di Instagram. “Melampaui rekor 172 gol dari Qatar menunjukkan kegembiraan dan ketajaman serangan yang telah membuat Piala Dunia 2026 begitu tak terlupakan,” tulisnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa FIFA melihat rekor ini sebagai bukti kesuksesan format baru.
Ekspansi tim menjadi faktor utama di balik rekor ini. Dengan 48 peserta, jumlah pertandingan bertambah 62,5 persen dibandingkan format 32 tim. Artinya, lebih banyak kesempatan bagi para pemain untuk mencetak gol. Namun, kritikus menilai bahwa peningkatan jumlah gol semata-mata karena jumlah laga yang lebih banyak, bukan karena kualitas serangan yang lebih baik. Sebagai perbandingan, rata-rata gol per pertandingan di Piala Dunia 2026 saat ini sekitar 2,97—sedikit di bawah rata-rata Qatar 2022 yang mencapai 2,69 gol per laga. Meski tipis, angka ini menunjukkan bahwa intensitas gol per pertandingan tidak melonjak drastis.
Bagi Indonesia, rekor ini memiliki resonansi tersendiri. Dengan format 48 tim, peluang bagi negara-negara seperti Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia di masa depan semakin terbuka. FIFA telah mengindikasikan akan menambah jatah kursi untuk Asia dari 4,5 menjadi 8 atau 9 pada edisi mendatang. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia bisa merasakan panggung Piala Dunia dalam satu atau dua dekade ke depan. Namun, hal itu juga berarti persaingan di level Asia akan semakin ketat, dan Indonesia perlu mempersiapkan diri secara serius baik dari segi pembinaan pemain maupun infrastruktur.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: apakah rekor gol ini akan bertahan hingga akhir turnamen? Dengan masih tersisa 45 pertandingan, termasuk babak gugur yang biasanya lebih ketat, angka 175 gol bisa bertambah signifikan. Namun, jika rata-rata gol menurun di fase knockout, rekor ini mungkin hanya akan bertahan tipis di atas 200 gol. Yang jelas, Piala Dunia 2026 telah mengubah lanskap statistik turnamen, dan dampaknya akan terasa dalam perencanaan format Piala Dunia mendatang.



