Persija Jakarta Dikabarkan Rekrut Bek Bosnia Kerim Memija, Kontrak Dua Musim
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta disebut telah sepakat merekrut bek kanan asal Bosnia, Kerim Memija, dari Zrinjski Mostar.
- Pemain berusia 30 tahun itu dijadwalkan terbang ke Jakarta pada awal Juli untuk menandatangani kontrak berdurasi dua musim.
- Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi skuad Persija di bawah pelatih anyar Shin Tae-yong untuk mengejar gelar BRI Super League 2026/2027.

Persija Jakarta dikabarkan segera mengumumkan perekrutan bek kanan asal Bosnia, Kerim Memija, yang akan menandatangani kontrak berdurasi dua musim pada awal Juli mendatang. Informasi ini disampaikan oleh jurnalis Italia, Lorenzo Lepore, yang menyebut semua kesepakatan antara Zrinjski Mostar dan klub Indonesia itu telah rampung.
Menurut laporan Lepore, Memija akan terbang ke Jakarta pada pekan pertama Juli untuk menyelesaikan proses administrasi dan diperkenalkan secara resmi. Pemain berusia 30 tahun itu masih terikat kontrak dengan Zrinjski Mostar hingga 31 Mei 2028, setelah baru memperpanjang masa baktinya pada 29 Mei lalu. Situasi ini membuat Persija diperkirakan harus membayar biaya transfer kepada klub Liga Bosnia tersebut.
Memija bukan nama asing di sepak bola Eropa. Ia memulai karier profesionalnya di Zeljeznicar (2014), kemudian merantau ke Denmark bersama Vejle BK (2017-2020) dan Hobro IK (2019), serta sempat membela NK Varazdin di Kroasia pada 2020. Sejak bergabung dengan Zrinjski Mostar pada Agustus 2021, ia telah tampil dalam 183 pertandingan di semua kompetisi, mencetak tiga gol dan 17 assist. Data Transfermarkt mencatatnya sebagai pemain andalan yang konsisten di lini belakang.
Kedatangan Memija menjadi bagian dari perombakan besar skuad Persija menjelang BRI Super League 2026/2027. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu telah menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala anyar dan melepas 11 pemain musim lalu, termasuk Allano Lima, Emaxwell Souza, Jean Motta, Bruno Tubarao, Alaeddine Ajaraie, Thales Lira, Carlos Eduardo, Hanif Sjahbandi, Hansamu Yama, Riko Simanjuntak, dan Alfriyanto Nico. Langkah ini menandai era baru di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan yang sebelumnya menangani Timnas Indonesia.
Bagi Persija, rekrutan ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertahanan yang kerap menjadi titik lemah musim lalu. Pengalaman Memija di kompetisi Eropa dan jumlah penampilannya yang tinggi menunjukkan ia pemain dengan daya tahan dan konsistensi. Namun, adaptasi dengan iklim tropis dan gaya permainan Liga Indonesia akan menjadi tantangan tersendiri.
Dengan target juara yang dipasang manajemen, Persija masih perlu mendatangkan beberapa pemain lagi untuk mengisi posisi lain yang ditinggalkan para pemain asing. Keputusan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih juga menjadi sinyal ambisi besar klub ibu kota. Pertanyaannya, apakah kombinasi pengalaman Eropa Memija dan strategi Shin Tae-yong mampu membawa Persija kembali ke puncak klasemen?



