Vietnam Siapkan Bom Waktu Bola Mati untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Baca dalam 60 detik
- Media Vietnam The Thao 247 menyebut skuad Kim Sang-sik kini memiliki variasi serangan bola mati yang sulit ditebak lawan.
- Kombinasi eksekutor seperti Nguyen Quang Hai dan pemain jangkung Quang Kiet (1,95 m) membuat duel udara jadi ancaman ganda.
- Pertemuan di Grup A Piala AFF 2026 diprediksi bakal menentukan langkah Indonesia di turnamen dua tahunan tersebut.

Jelang bergulirnya Piala AFF 2026, Timnas Vietnam muncul dengan senjata baru yang dinilai bisa menjadi pembeda di laga-laga krusial, terutama saat berhadapan dengan Timnas Indonesia di fase grup. Media lokal The Thao 247 mengidentifikasi peningkatan signifikan dalam kemampuan tim asuhan Kim Sang-sik memanfaatkan situasi bola mati, mulai dari tendangan bebas hingga sepak pojok.
Vietnam tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Turnamen akan berlangsung pada 26 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Dalam analisisnya, The Thao 247 menyoroti bahwa skuad The Golden Star Warriors kini memiliki banyak opsi eksekutor yang membuat skema bola mati mereka sulit diprediksi. Nama-nama seperti Nguyen Quang Hai, Hoang Duc, Khuat Van Khang, dan Hoang Hen disebut sebagai spesialis tendangan bebas langsung yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Selain kualitas individu, The Thao 247 menekankan bahwa staf pelatih Vietnam dapat memilih eksekutor sesuai posisi dan jarak tendangan. “Keragaman pemain membuat tim semakin sulit diprediksi. Bergantung pada posisi dan jarak ke gawang lawan, pelatih bisa memilih pemain dengan keterampilan paling sesuai,” tulis media tersebut. Hal ini menjadi keunggulan besar mengingat lawan-lawan di Asia Tenggara sering menghabiskan banyak waktu mempelajari strategi bola mati tim papan atas.
Tidak hanya dari tendangan bebas, Vietnam juga mengandalkan kekuatan duel udara. The Thao 247 menyebut sederet pemain seperti Xuan Son, Nguyen Tai Loc, Gia Hung, Thanh Chung, Viet Anh, Van Hau, dan Duy Manh memiliki kemampuan heading mumpuni. Perhatian khusus tertuju pada bek tengah muda Quang Kiet yang bertinggi 1,95 meter. Kehadirannya memberikan keunggulan signifikan dalam situasi bola mati, baik saat menyerang maupun bertahan.
Kemunculan pemain-pemain baru seperti Quang Kiet dan Nguyen Tai Loc dinilai menjadi elemen kejutan. Minimnya data dan pengalaman keduanya di level internasional membuat lawan sulit mengantisipasi pergerakan mereka. “Dengan memadukan pengumpan berkualitas dan pemain unggul dalam duel udara, Vietnam dapat mengubah situasi bola mati menjadi senjata ampuh,” ulas The Thao 247.
Bagi Timnas Indonesia, ancaman ini tidak bisa dianggap remeh. Pertemuan kedua tim di Piala AFF selalu berlangsung sengit dan kerap ditentukan oleh momen-momen kecil. Apalagi, Indonesia sendiri memiliki tradisi kuat dalam sepak bola, namun kerap kecolongan dari situasi bola mati. Pelatih Shin Tae-yong perlu menyiapkan antisipasi khusus, terutama dalam menjaga konsentrasi saat menghadapi tendangan bebas dan sepak pojok Vietnam.
Piala AFF 2026 menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Vietnam datang sebagai juara bertahan, sementara Indonesia berambisi merebut gelar perdana. Dengan senjata baru bola mati yang dimiliki Vietnam, duel di Grup A diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan lini pertahanan Garuda. Akankah Indonesia mampu meredam ancaman tersebut dan melangkah ke babak selanjutnya?



