Kiper Curaçao Eloy Room Catat Rekor 15 Penyelamatan, Bawa Tim Raih Poin Perdana di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Eloy Room melakukan 15 penyelamatan saat Curaçao menahan imbang Ekuador 0-0, hanya satu kurang dari rekor Tim Howard.
- Penampilan heroik ini menjadi puncak perjalanan Room sejak bergabung dengan proyek Piala Dunia Curaçao pada 2015.
- Hasil imbang ini membuka peluang Curaçao untuk lolos ke babak gugur, meski masih harus menghadapi laga berat.

Kiper Curaçao, Eloy Room, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia setelah melakukan 15 penyelamatan dalam laga melawan Ekuador, yang berakhir imbang 0-0 di Kansas City. Hasil ini sekaligus menjadi poin pertama bagi Curaçao di ajang Piala Dunia, sebuah pencapaian yang nyaris mustahil saat proyek ambisius mereka dimulai pada 2015.
Room, yang lahir di Nijmegen, Belanda, dan saat ini bermain untuk Miami FC, menjadi pilar utama di bawah mistar gawang. Penampilannya hanya terpaut satu penyelamatan dari rekor Tim Howard (16) yang dicetak saat melawan Belgia pada 2014. Namun, catatan 15 penyelamatan dalam 90 menit pertandingan merupakan yang terbanyak dalam sejarah Piala Dunia untuk durasi normal.
Pelatih Curaçao, Dick Advocaat, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Saya belum pernah melihatnya bermain seperti itu,” ujarnya sambil tersenyum. Sementara itu, kiper Ekuador, Hernan Galindez, yang juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, mengakui kehebatan Room. “Dia menjalani malam terbaik dalam hidupnya. Saya menunggunya setelah pertandingan untuk mengucapkan selamat,” kata Galindez.
Momen krusial terjadi pada menit kedua saat Enner Valencia melepaskan tembakan jarak dekat yang ditepis Room. “Penyelamatan itu memberi kepercayaan diri bagi saya dan tim,” ungkap Room. “Setelah itu, saya merasa tak terkalahkan. Saya yakin tidak ada bola yang bisa melewati saya.” Perasaan itu terbukti sepanjang laga, di mana Ekuador terus menekan namun gagal menembus pertahanan Curaçao yang solid.
Bagi Room, penampilan ini melampaui catatan sebelumnya saat melawan Honduras di Piala Emas 2019, di mana ia juga melakukan 15 penyelamatan. “Tapi ini lebih istimewa karena terjadi di Piala Dunia,” tegasnya. Rekan setimnya, Leandro Bacuna, menambahkan bahwa Room layak mendapat pujian setelah beberapa pertandingan sebelumnya kebobolan banyak gol. “Dia kiper kelas dunia, dan hari ini dia menunjukkan itu,” ujar Bacuna.
Di sisi lain, hasil imbang ini membuka peluang bagi Curaçao untuk bersaing di grup. Meski masih harus menghadapi lawan berat, semangat tim semakin membara. “Kami ingin menunjukkan kepada dunia siapa kami,” kata Room. “Ini lebih dari sekadar sepak bola.” Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian nyata apakah Curaçao mampu mempertahankan performa dan mengejar mimpi lolos ke babak gugur.



