Ghana Patahkan Perlawanan Inggris: Clean Sheet Kedua Beruntun di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Ghana menahan imbang Inggris 0-0 di Boston, catat clean sheet kedua beruntun di Piala Dunia 2026.
- Kiper Benjamin Asare tampil gemilang dengan mengawal gawang dari tekanan Harry Kane dan kawan-kawan.
- Hasil ini menempatkan Ghana di posisi kuat untuk lolos ke 32 besar, mengulang kenangan manis 2010.

Kiper Ghana Benjamin Asare kembali menjadi tembok kokoh yang tak tertembus saat timnya menahan imbang Inggris tanpa gol di Boston Stadium, Selasa (20/6) waktu setempat. Hasil ini bukan sekadar satu poin berharga, melainkan bukti disiplin pertahanan yang membuat Ghana menjadi salah satu dari empat tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026.
Bermain dengan hanya 20 persen penguasaan bola dan 179 operan sukses, Ghana memilih strategi bertahan rapat sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat lewat Antoine Semenyo dan Iรฑaki Williams. Inggris, yang diperkuat Harry Kane, Noni Madueke, dan Anthony Gordon, tak mampu menembus rapatnya barisan belakang Black Stars. Setiap kali penyerang Inggris menerima bola, mereka langsung dikepung dua pemain Ghana.
"Ini pekerjaan saya. Menjaga gawang dari Harry Kane? Itu bagian dari tugas. Tidak ada yang istimewa," ujar Asare dengan tenang seusai pertandingan. Kiper berusia 33 tahun yang membela Accra Hearts of Oak itu baru menjalani debut Piala Dunia sebagai pemain pengganti saat melawan Panama, menggantikan Lawrence Ati Zigi yang cedera. Kini ia sudah mencatatkan dua clean sheet berturut-turut.
Pelatih Carlos Queiroz, yang dikenal dengan pendekatan pragmatisnya, memberikan instruksi jelas saat jeda: tetap tenang dan pertahankan pola permainan. "Skor 0-0 di babak pertama memotivasi kami. Pelatih bilang kami bisa menang di 45 menit kedua, itu membuat kami semakin bersemangat," ungkap gelandang Kwasi Sibo.
Bek kiri Gideon Mensah menambahkan, "Banyak yang menganggap kami underdog, jadi target kami adalah mengubah narasi pertandingan. Rencana permainan sangat sederhana: bertahan solid dan manfaatkan setiap peluang." Pendekatan itu terbukti efektif. Inggris, yang diunggulkan, hanya mampu mencatatkan beberapa peluang emas, namun tak satupun berbuah gol.
Bagi Indonesia, performa Ghana ini bisa menjadi pelajaran berharga. Timnas Garuda kerap menghadapi lawan-lawan superior di level Asia. Strategi bertahan disiplin, transisi cepat, dan mentalitas pantang menyerah seperti yang ditunjukkan Ghana bisa menjadi blueprint untuk tim-tim yang dianggap underdog. Apalagi, Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara non-unggulan untuk bersaing.
Ghana kini menempati posisi kedua Grup L dengan 4 poin, unggul selisih gol atas Kroasia yang akan menjadi lawan terakhir mereka pada Sabtu mendatang. Bek Rennes, Alidu Seidu, menegaskan, "Kami bermain sangat baik hari ini. Butuh usaha besar. Sekarang kami akan istirahat, berlatih, dan siap memberikan segalanya melawan Kroasia."
Jika mampu mengalahkan Kroasia, Ghana berpeluang lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak format baru diperkenalkan. Semangat juang mereka mengingatkan pada perjalanan epik Piala Dunia 2010, saat Ghana menjadi tim Afrika pertama yang mencapai perempat final. Mampukah mereka mengulang sejarah?



